128 Ogoh-ogoh Diarak Sambut Hari Raya Nyepi di Mataram | SUARANTB.com

128 Ogoh-ogoh Diarak Sambut Hari Raya Nyepi di Mataram | SUARANTB.com

128 Ogoh-ogoh Diarak Sambut Hari Raya Nyepi di Mataram128 Ogoh-ogoh Diarak Sambut Hari Raya Nyepi di Mataram

Parade ogoh-ogoh menyambut Hari Raya Nyepi di Mataram, Jumat, 16 Maret 2018, sore. (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Sebanyak 128 ogoh-ogoh diarak menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1940 di Mataram, Jumat, 16 Maret 2018. Seratusan peserta parade… 128 Ogoh-ogoh Diarak Sambut Hari Raya Nyepi di Mataram

Mataram (Suara NTB) – Sebanyak 128 ogoh-ogoh diarak menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1940 di Mataram, Jumat, 16 Maret 2018. Seratusan peserta parade ogoh-ogoh ini berasal dari Kota Mataram, Lombok Barat dan Lombok Tengah.

‘);
}());

Panitia melaporkan, seratusan ogoh-ogoh yang diarak tersebut sebanyak 108 peserta dari Kota Mataram, Lombok Barat 16 peserta dan Lombok Tengah 4 peserta.

Parade ogoh-ogoh itu dilepas langsung Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana. Dan disaksikan ribuan warga yang memadati Jalan Pejanggik hingga Jalan Selaparang Kota Mataram.

Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Mataram, Ida Made Santi Adnya, SH, MH mengutip pernyataan Wakil Ketua The World Organization For Al Azhar Graduates (WAOG) yang juga mantan Menteri Wakaf Mesir, Prof. Dr. Muhammad Abdul Fadhiel El-Qoushi pada Konferensi Internasional dan Multaqa Nasional Alumni Mesir di Islamic Center, 18 Oktober 2017.

Bahwa NTB merupakan contoh kehidupan toleransi beragama di dunia. “Beliau juga mengungkapkan kekagumannya bagaimana kehidupan toleransi agama-agama di NTB. Bahkan beliau anjurkan negara-negara muslim di dunia harus  mencontoh fenomena yang di ada NTB,” katanya.

Ida Made Santi menjelaskan pelaksanaan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1940 di Kota Mataram dimulai dengan melasti di Pantai Loang Baloq Ampenan. Meskipun hujan lebat tetapi tak menyurutkan semangat dan kekhusukan umat Hindu dalam melaksanakan upacara melasti.

Melasti mengandung makna bagaimana umat Hindu menghilangkan atau menghanyutkan segala kekotoran-kekotoran. “Baik makrokosmos maupun mikrokosmos,” ujarnya.

Sehari sebelum melaksanakan Nyepi, kata Ida Made Santi,  akan dilaksanakan upacara Tawur Kesanga yang  di pusatkan di Taman Mayura. Pelaksanaan Tawur Kesanga tersebut akan diiringi arak-arakan ogoh-ogoh. “Itu dimaksudkan untuk menghilangkan, mengusir segala roh jahat yang direpresentasikan dengan buta kala,” jelasnya. (nas)

 

Source link

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.