Aktivitas Politik di Pilkada 2018 Diproyeksikan Sumbang Pertumbuhan Ekonomi | SUARANTB.com

Aktivitas Politik di Pilkada 2018 Diproyeksikan Sumbang Pertumbuhan Ekonomi | SUARANTB.com

Aktivitas Politik di Pilkada 2018 Diproyeksikan Sumbang Pertumbuhan EkonomiAktivitas Politik di Pilkada 2018 Diproyeksikan Sumbang Pertumbuhan Ekonomi

Dosen Ekonomi Unram, Firmansyah dan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Prijono

Mataram (Suara NTB) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB memproyeksikan pertumbuhan ekonomi NTB akan terdongkrak sebesar 0,12 persen, karena aktivitas politik tahun ini…. Aktivitas Politik di Pilkada 2018 Diproyeksikan Sumbang Pertumbuhan Ekonomi

Mataram (Suara NTB) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB memproyeksikan pertumbuhan ekonomi NTB akan terdongkrak sebesar 0,12 persen, karena aktivitas politik tahun ini. Secara keseluruhan, diproyeksikan ekonomi NTB akan tumbuh cukup baik, antara 5 sampai 6 persen di 2018 ini.

‘);
}());

‘’Semua indikator-indikator pembentuk pertumbuhan ekonomi, bergerak positif,’’ ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Prijono di Mataram, Kamis, 11 Januari 2018 kemarin.

Pertumbuhan 0,12 persen, sharenya terhadap pertumbuhan ekonomi disebut lumayan besar. Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi ini, dengan melihat histori pertumbuhan ekonomi NTB dari beberapa kali pelaksanaan Pilkada.

Misalnya pada Pilkada 2008 lalu, dimana Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi terpilih, pertumbuhan Non Profit Rumah Tangga (NPRT) bergerak naik di kisaran 9 persen. Efek ekonominya merata, karena peta kekuatan politik masing-masing calon juga merata.

Sementara pada pelaksanaan Pemilu 2014, efek ekonominya cenderung stagnan. Bisa jadi karena TGH. M. Zainul Majdi  (TGB) masih menjadi calon terkuat, sehingga tak perlu biaya besar untuk menarik simpati pemilih.

‘’Nah sekarang, kontestan juga merata. Sehingga pergerakan ekonomi diproyeksikan merata,’’ demikian Prijono.

Pertumbuhan ekonomi tahun ini, diproyeksikan lebih segar mencapai angka 5 sampai 6 persen, tanpa tambang. Beberapa indikator, misalnya survei konsumen, kredit juga mengalami peningkatan meskipun belum terlalu signifikan. Berbagai aktivitas politik diyakini akan menggerakkan sektor-sektor ekonomi kerakyatan.

Sementara Ekonom yang juga Dosen Ekonomi Unram, Dr. Firmansyah, dapat memastikan saat Pilkada serentak nanti, transaksi ekonomi akan mengalami peningkatan drastis. Pelaku usaha lokal diharapkan mengambil momentum untuk berbenah, siapkan produk dan layanan terbaik.

Ada bebrapa sektor yang diperkirakan akan berdampak langsung, antara lain travel (transportasi), perbankan, makanan dan minuman, konveksi dan pakaian, media cetak dan online, percetakan, hotel dan restoran.

‘’Bila ingin buat kaos seragam pakailah kaos khas lokal, belilah makanan lokal, buah-buahan lokal. Kita punya nanas, salak dan jeruk serta rambutan. Pakailah air kemasan lokal. Tim sukses dan orang lapangan butuh kopi, pakailah Kopi Tambora, Kopi Rinjani dan sejenisnya,’’ pesannya.

Selain itu, bila lapar, direkomendasikan menikmati  makanan di kawasan kluster makanan lokal. Di Mataram ada Pantai Gading, di KLU ada ikan bakar Nipah. Di Sumbawa ada Pantai Goa, di Bima ada Amahami.

‘’Para politisi bantu kondisikan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi rakyat dengan mengarahkan aktivitas ke sana. Masih ada 1001 cara lagi yang bisa dilakukan untuk meningkatkan ekonomi rakyat. Asal para politisi mau sedikit perhatian. Semoga Pilkada serentak menjadi kebahagiaan banyak orang. Ekonomi lokal ikut tergerak naik, walau hanya sementara,’’ harapnya. (bul)

Source link

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.