Bedil Tereng dan Bola Api Mainan Wajib Ramadan

Bedil Tereng dan Bola Api Mainan Wajib Ramadan
Lombok sangat kaya akan permainan tradisional. Bahkan ada sejumlah permainan yang wajib ada saat Ramadan tiba.

Lombok sangat kaya akan permainan tradisional. Bahkan ada sejumlah permainan yang wajib ada saat Ramadan tiba. Bedil tereng dan sepak bola api misalnya. Permainan rakyat ini menjadi pengisi waktu luang yang sangat menyenangkan. Termasuk menyenangkan untuk ditonton.

***

MATAHARI  baru saja muncul, ketika tiba-tiba terdengar bunyi dentuman keras yang memekakkan telinga. Dari kejauhan suara itu menggema.Menarik perhatian setiap yang mendengarnya. Bunyi itu terus berulang selama beberapa kali. Padahal sejumlah orang yang sedang berpuasa belum lagi bangun dari tidurnya.

Suara itu berasal dari dua orang anak terlihat asyik bermain dengan sebilah bambu. Bambu itulah yang menjadi sumber suara bising tersebut. Dengan membuat lubang pada sejumlah ruas bambu, lalu memasukkan karbit dan air, meriam bambu itu sudah jadi. Tinggal mencelupkan api ke dalam sebuah lubang kecil dan meniup perlahan, suara keras layaknya sebuah meriam yang meledak pasti muncul.

Ada banyak nama yang diberikan masyarakat Lombok terhadap mainan yang satu ini. Ada yang menyebut keningkusan, tikusan, bebedilan, bedil tereng, hingga bedil kompeni. Apapun namanya, cara bermainnya sama.

Uniknya, bedil bambu ini biasanya muncul saat Ramadan saja. Anak-anak biasa memainkannya untuk mengisi waktu luang. Tak ada waktu pasti.Bisa pagi hari setelah salat subuh, bisa juga sore saat menunggu waktu berbuka tiba. Bahkan tak jarang dimainkan saat malam hari. Semua tergantung kebiasaan desa masing-masing.

Namun karena tak adanya pengaturan yang jelas, permainan yang satu ini kerap dianggap mengganggu. Bunyi menggelegar yang dihasilkan sangat tidak ramah di telinga. Apalagi anak-anak, atau orang tua yang punya riwayat jantung. Belum lagi jika dimainkan saat orang sedang beribadah tarawih malam, atau ketika orang sedang tidur setelah sahur dan salat subuh.

”Semalam anak-anak yang main di sawah dikejar Pak kadus,” kata Swandi, warga Suela tempat mainan ini masih eksis.

Mungkin inilah yang membuat permainan yang satu ini semakin jarang dimainkan anak anak. Bahkan ada aturan daerah yang secara tegas melarang petasan jenis apapun yang mengeluarkan bunyi bising. Belum lagi kalah saing dengan petasan modern yang kini banyak tersebar dijajakkan para pedagang pinggir jalan.

Selain bedil tereng, bola api menjadi mainan lain yang wajib ada selama Ramadan. Khusus mainan yang satu ini, ada jam khususnya, yakni waktu malam hari. Permainannya sepintas mirip dengan sepak bola pada umumnya. Yang membedakan hanyalah jenis bola yang dimainkan menyala-nyala karena api.

Ya, bola di permainan ini memang sengaja dibakar. Biasanya bola terbuah dari batok kelapa. Untuk membuat nyalanya tahan lama, orang-orang merendamnya dalam minyak tanah selama beberapa jam, bahkan ada yang berhari-hari.

”Dulu saya sering memainkannya, tapi sekarang mulai jarang,” kata Sembahulun, salah seorang pemerhati budaya Sasak.

Pondok pesantren menjadi tempat permainan ini cukup sering dimainkan. Para santri umumnya mengisi waktu luang setelah berbuka, ataupun setelah tarawih dengan mainan yang satu ini. Bahkan di zaman dahulu, untuk menghindari cedera, kerap ada baca bacaan yang dilafalkan pemain.

”Supaya pemainnya kuat, itu kepercayaannya,” jelasnya.

Dalam versi lain, bola api bisa juga menggunakan batu apung atau yang disebut batu kumbung. Untuk yang satu ini, anak-anaklah yang lebih banyak memainkannya. Jika bola api batok kelapa harus direndam berhari-hari, bola api batu kumbung cukup beberapa menit saja. Hitungan jam sudah sangat bagus. Namun konsekuensinya, bola api kerap padam saat ditendang. Saat itulah batu kumbung harus kembali dicelupkan.

Sama halnya dengan meriam bambu, bola api kini juga sudah mulai jarang ditemui. Hanya ada sejumlah wilayah saja yang masih memainkannya. Itupun tidak dengan aturan penataan yang baik. Ala kadarnya saja. Padahal, jika diatur dengan baik, hal ini bisa menjadi potensi pariwisata unggulan Pulau Lombok.

Sumber : lombokpost.net

Recent search terms:

Tags: ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply