Bukit Pegasingan Begitu Menggoda

Bukit Pegasingan Begitu Menggoda

Lombok.biz – Info Lombok, SELONG – Destinasi wisata baru bagi pecinta alam di NTB terus bermunculan di NTB. Terbaru adalah  Bukit Pegasingan, Sembalun Lawang, Lombok Timur. Para pecinta alam, khususnya pendaki level pemula memburu menikmati keindahan bukit ini. Pengunjung berdatangan dari lokal maupun mancanegara.

Sayang, pengelolaan  destinasi wisata yang bersebelahan dengan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) ini, belum mendapat perhatian dari pemerintah kabupaten ataupun provinsi. Sejak dibukanya wisata Bukit Pegasingan awal tahun 2014, hingga saat ini masih dikelola pemerintah desa setempat.

“Bisa dibilang masih swasembada warga sekitar saja,” kata salah satu warga, Fauzan pada Lombok Post, Selasa (2/6).

Fauzan menuturkan, Bukit Pegasingan mulai diminati pendaki pemula awal tahun 2014. Mereka yang datang biasanya pemanasan terlebih dahulu, sebelum benar-benar mendaki Gunung Rinjani.

“Ada yang datang sebagai pemanasan. Ada juga yang datang karena penasaran,” ucapnya.

Penasaran ini, kata dia, beberapa bulan terakhir Bukit Pegasingan ramai diperbincangkan di media sosial. Mereka yang datang seakan-akan berlomba pernah mendaki bukit yang rutenya cukup meningkatkan adrenalin pendakinya.

“Rata-rata alasan mereka yang datang seperti itu, tidak mau ketinggalan merasakan mendaki bukit ini,” imbuhnya.

Pria yang mengelola penitipan kendaraan ini menuturkan, dia mampu memanfaatkan peluang dengan menyediakan tempat penitipan kendaraan pendaki. Untuk pendaki yang membawa motor, diberikan tarif seharga Rp 5 ribu per malam, sedangkan pendaki yang menitipkan mobil diberikan tarif sebesar Rp 10 ribu per malam.

“Kalau sudah musim liburan atau tanggal merah biasanya pengunjungnya banyak, untuk per malam saja bisa dapat lebih dari Rp 500 ribu,” ujarnya.

Senada, warga sekitar lainnya, Rohimah mengakui mulai menggeliatnya wisata Bukit Pegasingan.  Tidak hanya menjadi peluang tempat penitipan kendaraan roda dua. Porter (pemandu), penjual kayu bakar cukup menjanjikan. Belum lagi, pendaki yang usai turun akan berburu mencari buah tangan seperti buah strawberry.

“Berimbas pada sektor lainnya juga,” katanya.

Rohimah menambahkan, bila ada perhatian dari pemerintah daerah tentu geliat pengusaha kecil seperti mereka bertambah. Apalagi jumlah mereka yang memanfaatkan wisata ini tidak sedikit.

“Menjaga dampak kerusakan lingkungan akibat sampah misalnya, tidak hanya warga setempat yang mengimbau. Melainkan ada pula peran pemerintah daerah,” pintanya.

“Ada sebagian sadar menjaga lingkungan dengan membawa kembali sampahnya, ada pula yang tidak,” sambungnya

Sumber : lombokpost.net

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply