Buntu, Penyelesaian Dokumen Kependudukan 700 Warga di Lobar | SUARANTB.com

Buntu, Penyelesaian Dokumen Kependudukan 700 Warga di Lobar | SUARANTB.com

Buntu, Penyelesaian Dokumen Kependudukan 700 Warga di LobarBuntu, Penyelesaian Dokumen Kependudukan 700 Warga di Lobar

Sekretaris  Desk Pilkada NTB, H. Wirajaya Kusuma (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Ratusan warga di Desa Batu Putih, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat (Lobar) bukan kali ini saja kehilangan hak pilih dalam Pilkada…. Buntu, Penyelesaian Dokumen Kependudukan 700 Warga di Lobar

Mataram (Suara NTB) – Ratusan warga di Desa Batu Putih, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat (Lobar) bukan kali ini saja kehilangan hak pilih dalam Pilkada. Namun, kondisi tersebut sudah terjadi  sejak dulu, baik Pileg dan Pilpres 2014.

‘);
}());

Ratusan warga tersebut tak memiliki hak pilih lantaran tak diakui oleh pemerintah daerah setempat. Bahkan, mereka tak punya dokumen kependudukan seperti KTP. Penyelesaian dokumen kependudukan 700 warga yang punya hak pilih tersebut hingga saat ini masih buntu alias belum ada solusi.

‘’Ini perulangan tahun kemarin juga. Katanya Pilkada yang dulu juga seperti itu mereka kehilangan hak pilih. Sejak Pilkada tahun sebelumnya mereka juga begitu, ndak punya hak pilih. Waktu Pileg dan Pilpres juga mereka tak punya hak pilih,” kata Sekretaris  Desk Pilkada NTB, Drs. H. Wirajaya Kusuma, MH ketika dikonfirmasi Suara NTB, Kamis, 18 Januari 2018 siang.

Wirajaya menjelaskan, pihaknya sudah membahas persoalan ini dengan Pemkab Lobar jauh sebelum pembentukan desk Pilkada NTB. Sejak baru menjabat Kepala Biro Pemerintahan Setda NTB, persoalan ini sudah dikoordinasikan dengan Bagian Pemerintahan Setda Lobar.

‘’Memang ini belum menemukan titik temu terkait dengan keberadaan mereka di sana,’’ ucapnya.

Pemprov, kata Wirajaya sudah memberikan masukan jangan sampai hak pilih ratusan warga tersebut hilang gara-gara keberadaan mereka tak diakui. Soal penerbitan dokumen kependudukan merupakan kewenangan pemerintah kabupaten/kota. Pada waktu itu, kata Wirajaya, Pemprov meminta supaya warga tersebut diidentifikasi.

‘’Kalau tidak ada KTP, kita harapkan mereka diidentifikasi, daerah asalnya mana. Kalau daerah asalnya dari Lombok Tengah maka harusnya segera dilakukan perekaman E-KTP. Kalau memang belum bisa diterbitkan KTP, maka diberikan surat keterangan sudah melakukan  perekaman,’’ katanya.

Pasalnya, berdasarkan UU tentang Administrasi Kependudukan, dokumen kependudukan merupakan hak dasar setiap  warga negara. Ia kembali mengatakan, jauh sebelum pembentukan desk Pilkada NTB, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemkab Lobar mengenai masalah ini.

‘’Kabag Pemerintahan Lombok Barat sudah kita duduk bersama. Belum ada penyelesaian sampai sekarang. Makanya kami berharap teman-teman di Lombok Barat itu, kan mereka yang punya wilayah. Mereka aktif lah mencari solusi terbaiknya,’’ ucapnya.

Memilih dalam Pemilu maupun Pilkada merupakan hak konstitusi setiap warga negara. Untuk itu, pihaknya berharap 700 warga di Desa Batu Putih yang terancam kehilangan hak pilih dalam Pilkada NTB, Juni mendatang harus dijamin hak-haknya. Untuk itu, desk Pilkada Lobar juga diharapkan mengupayakan supaya ratusan warga tersebut dapat memilih pada 27 Juni mendatang.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Lobar, warga yang belum memiliki dokumen kependudukan itu sebagian besar berasal dari Lombok Tengah. Mereka menempati hutan konservasi yang berada di daerah Sekotong. Mereka tak mau pindah dan  ingin tetap di hutan konservasi tersebut. Sementara,  sesuai ketentuan UU, hutan konservasi  tidak boleh dimiliki oleh masyarakat.

Ia melihat persoalan ini sangat kompleks. Namun, ia yakin persoalan ini akan tetap ada solusinya. Menurutnya, kepala daerah perlu turun tangan menyelesaikan persoalan ini.

‘’Ini yang memang serba dilema. Tapi harus ada solusi. Saya yakin  bupati memberikan perintah kepada jajaran di bawahnya mungkin akan langsung ditindaklanjuti. Harapan kami  masyarakat yang wajib pilih itu jangan sampai hilang hak pilihnya,’’ tandasnya. (nas)

Source link

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.