Dapat Hibah Pusat, Aset KLU Bertambah

Dapat Hibah Pusat, Aset KLU Bertambah

TANJUNG-Pemkab Lombok Utara kembali mendapat hibah dari Dirjen Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Penyerahan hibah ini diterima langsung Wakil Bupati Lombok Utara Sarifudin didamping Plt Kepala Dinas PUPR Lombok Utara Zaldy Rahadian di Jakarta, Jumat (16/6) lalu.

Perwakilan Dirjen Cipta Karya, Sri Hartoyo dalam kesempatan tersebut mengungkapkan, total nilai aset yang dihibahkan kepada pemerintah daerah di seluruh Indonesia mencapai Rp 421 miliar. Aset itu mencakup penataan bangunan dan permukiman, peningkatan kualitas bangunan dan permukiman,dan beberapa objek lain yang ada kaitannya dengan tugas pokok dan fungsi Dirjen Cipta Karya.

Baca Juga :

Ia menjelaskan, dengan penyerahan aset tersebut kepada pemerintah daerah, maka tanggung jawab sudah berpindah ke daerah. Daerah pun diminta mengelola dan merawat dengan baik selaku penerima aset.

Lebih lanjut, Sri mengungkapkan perubahan status dari barang milik negara menjadi barang milik daerah ini berimplikasi pada pemanfaatan aset tersebut. Salah satunya untuk sebesar-besarnya kepentingan masyarakat. Karena awal mula pembangunan aset ini untuk kebutuhan masyarakat yang ada di daerah masing-masing.

Menurutnya, ada beberapa syarat bagi daerah yang mengajukan usulan untuk pembangunan dengan dana dari Kementerian PUPR. Pertama, pemerintah daerah melalui OPD terkait harus bisa menunjukkan DED serta menyediakan tanah aset untuk pembangunannya. Kedua, Dirjen Cipta Karya, meminta kepada pemerintah daerah agar menyiapkan lembaga. Sekaligus pemerintah daerah bersedia dan sanggup untuk pemeliharaan dan pengoperasiannya. ”Jika dua hal diatas tidak ada maka Dirjen Cipta Karya akan menangguhkan sementara waktu usulan tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Lombok Utara Sarifudin sangat mengapresiasi penyerahan hibah aset tersebut. Pemkab Lombok Utara akan memanfaatkan aset tersebut secara maksimal untuk kepentingan masyarakat.

Sarifudin juga mengungkapkan, saat ini aset dari pusat tersebut sudah menjadi bangunan fisik milik daerah. Maka Pemkab Lombok Utara memiliki tanggung jawab dalam membiayai perawatan dan pengoperasiannya.

Ditambahkan Plt Kepala Dinas PUPR Lombok Utara Zaldy Rahadian, pemkab melalui Dinas PUPR akan semaksimal mungkin merawat dan mengoperasionalkan aset tersebut demi kepentingan masyarakat. ”Ada tiga aset, di Bayan dua, dan di Pemenang satu,” katanya.

Pihaknya juga akan terus bersinergi dengan Dirjen Cipta Karya untuk berkonsultasi perihal masalah teknis perawatan dan operasional aset tersebut. (puj/r7)

Komentar

Komentar

Source link

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.