Gelas Melayang dan Aksi Buka Baju di Rapat Internal Partai Hanura KLU | SUARANTB.com

Gelas Melayang dan Aksi Buka Baju di Rapat Internal Partai Hanura KLU | SUARANTB.com

Tanjung (Suara NTB) – Rapat internal DPC Partai Hanura Kabupaten Lombok Utara (KLU) sempat diwarnai kegaduhan. Setelah salah seorang kader yang juga Ketua PAC (lama) Hanura Kecamatan Tanjung, Iradat Gunawan, SP., melakukan aksi heboh dengan melempar gelas, melayangkan telunjuk kepada Ketua DPC Hanura KLU, L. Mamad Mujahid hingga membuka baju. Namun demikian, aksi itu tidak sampai mengganggu jalannya rapat hingga DPD Hanura NTB yang hadir pun memaklumi perbedaan pendapat di tingkat kadernya itu.

Rapat Konsolidasi yang dilakukan DPC Hanura Lombok Utara di Kafe Dewi Anjani (eks Kafe Ken Arok), Senin, 6 Maret 2017 itu sejatinya berlangsung tertutup. Namun usai rapat, Iradat lebih memilih curhat ke media lantaran kecewa, karena tidak diberi ruang mengemukakan pendapat.

Iradat mengakui, Rakor DPD I dan DPC Hanura KLU itu salah satunya digelar untuk membahas surat yang diajukan oleh PAC Tanjung. Di mana PaC mempertanyakan keputusan Ketua DPC yang memberikan SP 1 (Surat Peringatan) kepada anggota DPRD KLU asal Partai Hanura, Ramedi. Selain itu, PAC Tanjung juga menanyakan landasan DPC yang merekomendasikan ke DPD perihal pergantian Ketua Fraksi Hanura dari Ardianto SH, kepada Arif Usman.

“Dasar kami memasukkan surat adalah untuk minta klarifikasi kepada DPC, hingga muncul insiden itu. Saya sampai lempar gelas dan buka baju di depan DPD, karena saya tidak diberikan ruang menyampaikan akumulasi kekecewaan akibat DPC tidak membuka komunikasi secara struktural ke PAC,” ungkap Iradat.

Iradat mengakui, saat dirinya membuka baju dan melayangkan telunjuk ke Ketua DPC, Sekretaris DPC Hanura KLU, Sahdan sampai berdiri dan hendak melayangkan tinju. Hingga dirinya dilerai dan dijauhkan dari ruang rapat oleh DPD dan pengurus DPC lain.

Terpisah, Ketua DPC Hanura Lombok Utara, L. Mamad Mujahid, membantah hadirnya rombongan DPD Hanura NTB untuk membahas surat yang disampaikan Iradat. Pada posisi struktural di DPC, ia bahkan memandang Iradat sudah bukan Ketua PAC Tanjung lagi, karena masa jabatannya sudah kadaluwarsa. Sebagai penggantinya, ia membuka keran pimpinan PAC Hanura tiap kecamatan untuk mendaftarkan diri.

“DPD hadir bukan untuk membahas surat PAC Tanjung melainkan dalam rangka meninjau kinerja DPC Hanura KLU. Hal-hal terkait siapa yang diundang, itu ranah kami di DPC. Karena di DPD pun ada saatnya tidak menghadirkan DPC. Struktur yang di bawahnya tinggal menunggu hasil keputusan partai secara berjenjang,” tegas Mamad.

Ketua DPC menyayangkan aksi buka baju dan lempar gelas yang dilakukan Iradat di arena rapat. Begitu pula aksi main tunjuk yang dilakukan ke dirinya. Menurut dia, cara yang dilakukan kader tersebut tidak terhormat dan mengganggu keutuhan partai. Ia mengakui, aksi Iradat sebagai salah satu hal yang pantas dievaluasi.

Sementara Ketua Bapilu Hanura NTB, Yeyen Septian Rahmat yang hadir di rapat DPC Hanura KLU kemarin, agak santai menyikapinya. Ia tidak melihat kejadian di rapat sebagai insiden ataupun konflik (DPC) melainkan sebuah dinamika dalam berpartai. Perbedaan pendapat menurutnya lumrah terjadi akibat perbedaan persepsi.

“Secara lebih produktif, saya sampaikan ke DPC bahwa DPD ingin ingin memastikan struktur organisasi di KLU berjalan baik, pembentukan PAC dan Ranting sudah sejauh mana, dan apa saja kendala yang dihadapi. Kami tidak hadir karena menilai bahwa di KLU ada konflik, tetapi akhirnya ini akan jadi bahan evaluasi kami,” katanya.

Yeyen mengingatkan, agar Hanura di Kabupaten/Kota mempersiapkan diri dalam rangka verifikasi internal, verifikasi KPU dan menghadapi Pilgub NTB 2018. (ari)

BACA BERITA LAINNYA :

Source link

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.