Inilah Korban Meninggal Akibat Workaholic

Inilah Korban Meninggal Akibat Workaholic

Lombok.Biz Info Lombok. Bekerja keras untuk mencapai target memang perlu dilakukan, tetapi bukan berarti hal itu sampai menyita waktu istirahat kita. Bekerja dan istirahat perlu dilakukan dengan seimbang demi menunjang kesehatan yang selalu prima.

Sayangnya, sering kali orang tidak sadar sedang mengorbankan kesehatannya sendiri demi pekerjaan. Misalnya, dengan bekerja hingga larut malam, bahkan tidak tidur berhari-hari demi menyelesaikan pekerjaan sebelum deadline. Padahal, hal itu sangat berbahaya bagi kesehatan, bahkan bisa menyebabkan kematian. Hal inilah yang dialami orang-orang berikut ini yang meninggal akibat kelelahan karena bekerja.

1. Mita Diran, Indonesia

Seperti yang terjadi pada seorang copywriter di salah satu perusahaan iklan, Mita Diran. Perempuan yang terbilang muda itu meninggal dunia setelah bekerja tak kenal waktu. Menjelang kematiannya, diketahui Mita bekerja tiga hari tanpa tidur.

“30 hours of working and still going strooong,” tulis Mita di akun jejaring sosial Twitter miliknya @mitdoq.

Dikabarkan juga, selama lembur, Mita mengonsumsi minuman penambah energi yang berkafein tinggi. Minuman tersebut memang dapat memberikan stimulan bagi tubuh, tetapi sifatnya hanya sementara dan sebenarnya tidak menghilangkan lelah. Setelah kejadian ini pihak perusahaan mengucapkan bela sungkawa sebesar-besarnya kepada keluarga. Dan berharap kejadian ini tidak terjadi lagi.

2. Li Yuan, China

Kasus meninggal setelah bekerja tanpa kenal waktu juga pernah terjadi di China. Seorang pemuda usia 24 tahun yang juga karyawan sebuah perusahaan agensi periklanan dilaporkan meninggal dunia di kantornya di Ogilvy & Mather China di Beijing.

Pemuda bernama Li Yuan dikabarkan sempat berteriak sebelum akhirnya terjatuh dan tergeletak di lantai. Pemuda berumur 24 tahun ini meninggal dunia akibat bekerja sampai larut malam setiap hari. Li Yuan bekerja dari pagi dan berlanjut hingga pukul 11 malam. Akibat kejadian ini banyak sekali media China dan serikat pekerja mengutuk kebijakan perusahaan yang menyuruh pekerjaanya lembur setiap hari.

3. Kenichi Uchino, Jepang

Para pekerja di Jepang umumnya rela untuk bekerja lembur tanpa dibayar. Hal ini karena mereka menganggap bahwa dengan loyalitas tersebut, mereka akan mampu memajukan perusahaan, sehingga kemudia perusahaan akan memperhatikan nasib mereka misalnya dengan memberikan kenaikan pangkat atau kenaikan gaji. Selain itu tenaga kerja yang melimpah juga membuat perusahaan seringkali memberikan tanggung jawab yang berat kepada karyawannya tanpa dibarengi dengan kesejahteraan yang memadai.

Faktor budaya juga mempengaruhi fenomena ini. Budaya bekerja keras sangat dijunjung tinggi di Jepang karena hal inilah yang dipercaya telah mampu membuat Jepang bangkit setelah kekalahan dalam Perang Dunia II. Masyarakat Jepang menjunjung tinggi pengorbanan diri demi kepentingan kelompok di atas kepentingan pribadinya.

Salah satu korban dari karoshi adalah Kenichi Uchino. Pria ini adalah generasi pekerja dai perusahaan mobil kelas dunia Toyota. Akibat kelelahan bekerja di Toyota, pria malang ini akhirnya meninggal dunia. Saat itu usia Kenichi baru 30 tahun, dia meninggal akibat bekerja lembur hingga 80 jam

 

Tubuh manusia bukan mesin. Tubuh perlu istirahat. Tubuh harus diberi kesempatan untuk melakukan regenerasi. Tubuh harus diberi kesempatan untuk memperbaiki jaringan tubuh yang mengalami kerusakan. Apabila kondisi ini tidak terjaga, pasti akan terjadi gangguan. So, berlakulah bijak terhadap tubuh kalian.

Sumber : https://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&rct=j&ei=dFePVdagOdChugTCmIAQ&url=http://hello-pet.com/berita-gosip/60344&ved=0CBoQFjAA&usg=AFQjCNElCFOqg7HCb6tL7muC-ye8k1tjBA&sig2=efI6vKVsQbLxRRQVOLdwKA

Recent search terms:

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply