Jalan Objek Wisata Perlu Perbaikan

Jalan Objek Wisata Perlu Perbaikan
Salah satu akses jalan masuk ke pantai Sire yang masih dalam kondisi bertanah

Lombok.biz – Info Lombok. TANJUNG-Kondisi akses jalan menuju objek wisata di Lombok Utara masih dikeluhkan para pengunjung wisatawan.

Pasalnya, di sejumlah objek wisata para pengunjung mengalami kesulitan. Seperti objek wisata alam air terjun Tiu Pupus, wisata pantai Sire, termasuk juga objek wisata lainnya. Oleh karena itu, pemerintah daerah diminta agar melakukan perbaikan dan membuka akses jalan yang layak dan nyaman. “Objek wisata di Lombok Utara sangat bagus, tapi sayang ya belum dikelola secara maksimal dan perlu akses jalan masuk seperti di air terjun Tiu Pupus. Kita hanya bisa masuk lewat jalan setapak di pinggir bendungan, dan itu sangat berbahaya kalau kita terpeleset sedikit, maka kita akan jatuh,” keluhnya Desi salah satu pengunjung dari Mataram saat ditemui di pantai Sire, Senin (19/12).

Tidak hanya itu, fasilitas lain juga perlu seperti ada tempat duduk, musala, kamar mandi untuk tempat ganti pakaian. Ketika pengunjung mau mandi tidak perlu khawatir untuk mencari tempat ganti. Kalau seperti saat ini membuat para pengunjung resah untuk menikmati pantai bermandi-mandi. “Bila perlu juga keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan ya, memang di sini aman tapi kita takut juga soalnya sepi,” katanya.

Kabid Destinasi Wisata Dinas Pariwisata Lombok Utara, Brate mengakui, akses jalan menuju objek wisata masih banyak perlu dibuka dan diperbaiki. Kondisi akses masuk ke seluruh objek wisata baru tercapai 50 persen, sedangkan akses jalur utama sudah mencapai 80 persen. Untuk melakukan perbaikan, pihaknya sudah mengusulkan ke pemerintah daerah. Namun, ada beberapa objek wisata yang diprioritaskan melihat adanya geliat dukungan masyarakat sekitarnya. “Ada juga akses menuju pendalaman tidak aspal, sengaja bagi pencinta alam untuk menantang jalan tersebut,” terangnya.

Dikatakan, tahun depan ada tiga objek wisata yang diprioritaskan dari delapan objek wisata yang dijadikan destinasi wisata dunia tersebut. Dari tiga objek wisata tersebut akan diadakan tambahan fasilitas pendukung lainnya. “Kami melihat dukungan masyarakat juga dalam mengembangkan objek wisata. itu yang kami prioritaskan,” katanya.

Diakui, bahwa pengelolaan objek wisata di Lombok Utara masih belum maksimal untuk pemasukan ke kas daerah, karena belum bekerja. Kalau mengacu ke perda nomor 5 tahun 2010 tentang retribusi masuk reakreasi dan olahraga, yang diatur objek wisata pantai Rp 2 ribu untuk lokal dan Rp 5 ribu untuk mancanegara, air terjun dan pegunungan sebesar Rp 5 ribu untuk lokal dan Rp 10 ribu untuk mancanegara. Misalkan, di pantai nipah dalam sehari bisa mencapai 1 ribu kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara. “Yang baru ditarik pantai Kecinan, tiga gili, Mentigi, Teluk Nara, dan Bangsal, karena sudah ada petugasnya, sedangkan untuk pantai lainnya belum,” tandasnya. (flo) (radarlombok)

Tags: , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.