Kinerja Tak Sesuai Target, Ketua DPRD Loteng Minta Maaf | SUARANTB.com

Kinerja Tak Sesuai Target, Ketua DPRD Loteng Minta Maaf | SUARANTB.com

Kinerja Tak Sesuai Target, Ketua DPRD Loteng Minta MaafKinerja Tak Sesuai Target, Ketua DPRD Loteng Minta Maaf

Ketua DPRD Loteng, H. Achmad Puaddi (Suara NTB/dok)

Praya (Suara NTB) – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), H. Achmad Puaddi FT., SE., mengakui kinerja jajarannya pada tahun… Kinerja Tak Sesuai Target, Ketua DPRD Loteng Minta Maaf

Praya (Suara NTB) – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), H. Achmad Puaddi FT., SE., mengakui kinerja jajarannya pada tahun 2017 lalu, masih jauh dari kata memuaskan. Salah satu indikatornya bisa dilihat dari minimnya jumlah rancangan peraturan daerah (raperda) yang bisa diselesaikan pembahasannya.

‘);
}());

Dalam rapat paripurna DPRD Loteng, Kamis, 11 Januari 2018, Puaddi mengungkapkan, pada tahun 2017 lalu, pihaknya telah mencanangkan untuk bisa memuntaskan sebanyak 21 raperda. Raperda ini terdiri dari 9 raperda usul DPRD, 12 raperda usul pemerintah daerah dan 3 raperda komulatif terbuka.

Namun yang bisa diselesaikan oleh DPRD Loteng hanya 10 raperda saja atau masih kurang setengah dari target yang sudah dicanangkan dalam program pembentukan peraturan daerah tahun 2017 lalu. Di mana untuk ranperda usul DPRD Loteng hanya dua ranperda yang bisa dituntaskan.

Sementara untuk raperda usul pemerintah daerah, dari 9 raperda yang jadi target hanya bisa selesai sebanyak 5 raperda saja. Sedangkan raperda kumulatif terbuka, seluruhnya bisa diselesaikan. “Dari total pembahasan raperda yang dicapai itu, tentunya masih masih jauh dari yang diharapkan,” ujarnya.

Pun demikian, pihaknya tidak patah arang. Pihaknya berkomitmen untuk memperbaiki dan meningkat kinerja di tahun ini supaya program apa yang sudah direncanakan bisa maksimal diwujudkan. Bahkan bila perlu melampaui target yang ada.

Pemerintah daerah dalam hal ini juga sangat diharapkan dukungannya, agar bisa bersama-sama dengan DPRD menuntaskan semua target program yang sudah dicanangkan. Caranya, dengan terus memperkuat komunikasi dan koordinasi. “Ke depan kita berharap DPRD dan pemerintah daerah lebih sungguh-sungguh meningkatkan kinerja. Guna mencapai target yang sudah dicanangkan,” tegas Puaddi.

Namun demikian, lanjut Puaddi, tidak tercapainya target penyelesaian raperda tidak semata-mata, karena DPRD Loteng tidak mampu. Ada juga penyebab lain yang membuat sejumlah raperda yang sudah masuk dalam rencana pembahasan tidak bisa selesai, seperti persoalan regulasi pusat yang berubah, sehingga raperda tersebut tidak bisa dibahas. Termasuk juga persoalan mepetnya waktu pembahasan, sehingga diputuskan untuk menunda pembahasan raperda dengan harapan, proses pembahasan raperda benar-benar matang kalau dibahas dalam waktu yang panjang.

“Tapi terlepas dari itu semua, komitmen kami kinerja tahun ini harus lebih baik. Dan, semua rencana yang sudah ada harus bisa diselesaikan tepat waktu,”  klaimnya. (kir)

Source link

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.