Kominfo dan Panwaslu Lotim Awasi Kampanye Hitam di Medsos | SUARANTB.com

Kominfo dan Panwaslu Lotim Awasi Kampanye Hitam di Medsos | SUARANTB.com

Kominfo dan Panwaslu Lotim Awasi Kampanye Hitam di MedsosKominfo dan Panwaslu Lotim Awasi Kampanye Hitam di Medsos

Kepala Diskominfo dan Persandian Lotim, Ridatul Yasa S (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Tahapan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) 2018 sudah dimulai, semua pasangan bakal calon baik gubernur, bupati/walikota mulai mendaftar diri di… Kominfo dan Panwaslu Lotim Awasi Kampanye Hitam di Medsos

Selong (Suara NTB) – Tahapan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) 2018 sudah dimulai, semua pasangan bakal calon baik gubernur, bupati/walikota mulai mendaftar diri di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Terkait dengan nuansa politik inipun, tidak menutup kemungkinan pasangan calon maupun tim sukses beraneka cara untuk sosialisasi. Salah satunya melewati media sosial (medsos).

‘);
}());

Menurut Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Lotim, H. Ridatul Yasa S, pihaknya mengambil bagian untuk melakukan pengawasan. Pasalnya, media sosial dianggap paling efektif dan dinilai sangat strategis dalam melakukan sosialisasi, sehingga semua tim sukses mencoba untuk memanfaatkan oleh sejumlah bakal pasangan calon.

Untuk itu, sesuai dengan aturan yang berlaku, setiap kandidat dan tim sukses calon bupati/walikota maupun gubernur, wajib untuk mendaftarkan setiap akunnya di KPU. Kemudian yang didaftarkan itulah yang akan kita monitor oleh Kominfo Lotim supaya  jangan sampai nantinya opini-opini yang terbangun oleh semua kandidat maupun tim sukses menjadi bumerang bagi kandidat maupun masyarakat itu sendiri.

“Jangan sampai tim sukses ini menghalalkan segala macam cara untuk memberikan pemahamanan kepada masyarakat tanpa memperdulikan etika. Inilah yang akan kita pantau. Hanya saja, kita dari Diskominfo tidak bisa memutus konten-konten yang menyangkut hal tersebut, serta infrastruktur untuk memantau masih terbatas,” akunya.

Sementara, Ketua Panwaslu Lotim, Retno Sirnopati, menegaskan kampanye di medsos akan turut diawasi. Untuk itu, sesuai aturan setiap akun yang berpihak kepada salah satu pasangan calon dan membuat suatu konten yang bertujuan untuk memenangkan pasangan tersebut, maka wajib untuk didaftarkan di KPU. Namun, pengawasan terhadap akun-akun yang melakukan kampanye di medsos akan diawasi ketika sudah dilakukan penetapan pasangan calon menjadi peserta pilkada oleh KPU. (yon)

Source link

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.