Lokasi Wisata Batu Kijuk Butuh Penataan

Lokasi Wisata Batu Kijuk Butuh Penataan

GIRI MENANG-Lokasi wisata di Batu Kijuk Desa Sekotong Barat terus menggeliat. Usai menikmati pemandangan sekitar wilayah Sekotong,  tak lengkap rasanya bagi wisatawan untuk mencoba wisata kulinernya.

Melihat dampak positif ini, selaku pegiat wisata Sahnil berharap, agar kawasan ini dapat ditata lebih cantik dan sehat. Artinya, warga setempat ingin tampil beda, dimana wisatawan akan makan sambil menikmati pantai dengan perasaan yang aman dan nyaman.

“Kuliner yang disiapkan harus dijamin kesehatannya, sertifikasi halal dan standar dari BPOM,” katanya, kemarin (19/3).

“Hal ini penting untuk pengunjung. Agar merasa aman jika mengonsumsi ikan di lokasi tersebut,” tambahnya.

Baca Juga :

Ia menjelaskan, sejauh ini terdapat sembilan titik wisata kuliner di Batu Kijuk. Dengan kunjungan yang tinggi, rata-rata para pengelola warung menghabiskan ikan hingga lima kuintal. Ikan ini pun didatangkan dari hasil tangkapan nelayan sekitar. Selain itu, bahan baku ikan selama ini tidak pernah terkendala, kecuali saat terjadi cuaca buruk.

Sahnil mengkalkulasikan, jika kondisi ramai, para pedagang bisa mendapatkan hasil jualan kuliner Rp 2 juta sampai Rp 3 juta per hari pada hari libur. Kalau hari biasa, berkisar Rp 600 ribu sampai satu juta. Artinya, usaha ini telah mampu mengangkat perekonomian masyarakat. Sebab, satu warung bisa mempekerjakan empat kepala keluarga khususnya para ibu rumah tangga.

Sayangnya, sejumlah kendala tengah dihadapi pedagang selama ini. Di mana lapak jualan mereka yang tidak sesuai standar. Dari sisi kenyamanan kurang mendukung. Seharusnya, lapak-lapak untuk berjualan ini perlu disiapkan yang lebih bagus agar tidak terkesan kumuh seperti saat ini.

Disamping itu, toilet khusus untuk pengunjung juga belum representatif. Menurut Sahnil, perlu dibangun toilet yang memadai atau bertaraf internasional. Lantaran lokasi ini juga dikunjungi wisatawan asing.

Senada, pegiat usaha lainnya Muhammad menuturkan, permasalahan lainnya adalah warung-warung tersebut kebanyakan milik orang lain. Pemda dinilai perlu membebaskan lahan sebagai lokasi jualan khusus bagi pedagang kuliner.

“Perlu dibebaskan lahan untuk mereka jualan, biar tertata,” ujarnya.

Tidak hanya kuliner, warga juga menyiapkan jasa transportasi pelayanan penyeberangan ke gili-gili. Tarif penyeberangan ini sendiri diatur rata-rata Rp 250 ribu per hari. Ini sudah mendapat fasilitas mengelilingi keempat Gili. Yakni, Gili Nanggu, Tangkong, Sudak, dan Gili Kedis. Warga juga menyewakan alat-alat untuk penyeberangan serta menyelam. (ewi/r5)

Komentar

Komentar

Source link

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.