Lotim Siaga Bencana, Sembilan Kecamatan Rawan Bencana

Lotim Siaga Bencana, Sembilan Kecamatan Rawan Bencana

SELONG– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur (Lotim) mengambil langkah antisipasi bencana susulan. Hal ini menyusul musibah tanah longsor yang menewaskan warga di Sembalun Selasa (10/1) pagi.

 BPBD Lotim berkoordinasi dengan sejumlah camat, Kades, TNI-Polri. Hujan lebat yang masih akan mengguyur Lotim hingga April mendatang mebuat BPBD Lotim menetapkan status Lotim siaga bencana. Dengan sembilan kecamatan dinilai menjadi wilayah rawan bencana.

“Lotim masih dalam posisi siaga bencana banjir, longsor dan angin puting beliung hingga April nanti,” terang Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Lotim.

Mengingat, informasi dari BMKG, musim hujan masih akan berlangsung hingga April mendatang. Sehingga, pihak BPBD Lotim diungkapkannya selalu mengantisipasi datangnya bencana. Khususnya dengan intensitas hujan yang cukup deras beberapa hari terakhir.

Baca Juga :

Khusus di wilayah Sembalun rabu (10/1) lalu terjadi longsor, BPBD Lotm mengaku telah mensterilkan lokasi longsor yang menutup jalan. Sehinggam jalan tersebut kini sudah kembali bisa dilewati. Namun demikian, ia bersama bersama Muspika dan masyarakat serta Camat Sembalun mengingatkan agar warga yang melintas di wilayah Sembalun lebih berhati-hati. Terutama dalam kondisi hujan yang sedang turun.

“Kami meminta kepada masyarakat agar tidak melintasi jalur pusuk Sembalun. Ketika hujan terjadi, karena longsor memang berpotensi terjadi,” ucapnya.

Sedangkan untuk antisipasi genangan banjir, BPBD Lotim mengerahkan petugas dan mendroping sejumlah alat seperti cangkul dan gareng. Untuk membersihkan saluran drainase dari sampah yang kerap menghambat aliran air sehingga menimbulkan banjir.

Hasil pemetaan BPBD Lotim  sembilan kecamatan dikatakan rawan terjadi bencana. Mulai dari wilayah Sambelia, Sembalun, Suela, Pringgabaya, Pringgasela, Jerowaru, Keruak, Sakra Barat dan Wanasaba. Dari sembilan kecamatan tersebut sejumlah wilayah telah dilanda  bencana banjir, longsor hingga puting beliung. Misalnya saja banjir bandang di wilayah Keruak dan Jerowaru yang menewaskan tiga orang warga akhir 2017 lalu. Bencana banjir rob di wilayah Desa Tanjung Luar, dan Desa Ketapang Raya hingga angin puting beliung di Desa Setungkep Lingsar dan Sepit Kecamata Keruak.

Saat ini, bahkan dampak banjir masih dirasakan oleh warga. Sejumlah rumah yang rata dengan tanah serta infrastruktur yang rusak masih belum diperbaiki. “Kami hanya bisa berharap perbaikan segera dilakukan. Kasihan warga yang rumahnya hancur. Infrastruktur jembatan dan yang lainnya juga kita harapkan bisa diperbaiki seperti semula,” harap Camat Keruak Mustamin Hasyim.

Namun, pihak BPBD Lotim mengaku saat ini mereka masih menunggu dana dari pemerintah pusat. “Mudahan dalam waktu dekat dananya sudah turun, kalau pendataan dan jumlah kerugian sudah kami serahkan,” tandasnya. (ton/r2)

Komentar

Komentar

Source link

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.