Maulid Adat Bayan Tetap Memikat

Maulid Adat Bayan Tetap Memikat
Maulid adat bayan lombok

Lombok.biz – Info Lombok. TANJUNG – Setelah Desa Sesait, giliran Desa Bayan menggelar Maulid Adat. Kegiatan yang rutin digelar setiap tahun ini memiliki banyak rangkaian acara. “Maulid adat Bayan memiliki rangkaian yang panjang,” tegas  Ketua Lembaga Pranata Adat Gubuk Karang Bajo Bayan Rianom, Rabu (14/12) malam lalu.

Dijelaskan, selama dua hari masyarakat berkumpul di rumah adat Bayan Beleq untuk bergotong royong. “Hari pertama masyarakat akan mengumpulkan hasil pertaniannya di Masjid Kuno Bayan,” paparnya.

Namun untuk memasuki Masjid Kuno tidak bisa sembarangan orang. Kaum pria harus mengenakan Sapuq (ikat kepala) lengkap dengan kain khas yang diikat Bebet (kain ikat pinggang) tanpa baju. “Mereka tidak boleh mengenakan pakaian dalam juga,” terangnya.

Sedangkan bagi perempuan harus mengenakan jong (penutup kepala khas Bayan) yang dirangkaikan dengan selendang. Selain itu mereka juga harus memakai baju ikat dipadukan dengan sarung ikat khas Bayan. Tidak hanya itu,  perempuan juga harus bersih dari hadas kecil maupun besar. “Tidak boleh dalam keadaan datang bulan dan sehari sebelumnya harus dibersihkan berdasarkan ritual Bayan,” lanjutnya.

Kemudian malam hari mulai tengah malam, masyarakat akan dihibur dengan peresean. Masyarakat bebas memilih musuhnya asalkan sama sama berani. Tujuan peresean tersebut bukan untuk membuat permusuhan. “Peresean akan dibuka oleh dua orang dengan keturunan khusus, baru setelahnya masyarakat yang mau boleh bertarung,” sebutnya.

Keesokan harinya, para perempuan akan menumbuk padi yang sudah dikumpulkan sebelumnya. Beras yang sudah dipadukan dengan berbagai rempah tersebut, nantinya akan dicuci bersama sama dengan ritual tertentu. “Para perempuan haris berbaris rapi saat membawa meniq (beras) untuk dicuci ke sungai yang sudah ditentukan tempatnya. Selain itu barisan dan rotme jalannya harus sejalan,” kata Rianom.

Sementara itu para pria akan menyembelih hewan ternak berupa kambing dan ayam pada saat acara Maulid adat. Semua hasil panen dibawa ke Masjid Adat untuk didoakan dengan masuk secara teratur dengan didahului oleh tetua adat. Kemudian warga yang lainya mengikuti. “Setelah didoakan makanan tersebut akan kembali dikeluarkan sebagai hidangan. Inti dari acara ini adalah gotong- royong,” tegasnya.

Selain disaksikan masyarakat, rangkaian adat Maulid Adat Bayan juga menarik perhatian wisatawan. Tampak wisatawan lokal dan mancanegara antusias menyaksikan sejumlah kegiatan ini. (van/r7) (lombokpost)

Tags: , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.