Memulai StockPhotography, Awali dari yang Sederhana

Memulai StockPhotography, Awali dari yang Sederhana

Lombok.Biz Info Lombok. Memulai stock photography yang telah mengantarkan sejumlah fotografer menjadi jutawan tidaklah sulit. Yang penting punya kemauan, ide, dan eksekusi matang. Peralatannya juga tidak mahal. Bisa menggunakan kamera mirrorless beresolusi tinggi dan properti yang ada di rumah.

Yang terpenting, mengetahui foto itu akan berguna buat apa dan siapa. Sebab, foto-foto stockphotography dikhususkan bagi mereka yang membutuhkan gambar dengan praktis dan aplikatif sesuai content yang sudah tersedia. Content itu bisa berupa teks, audio, video,animasi. Misalkan untuk keperluan greeting ecard, banner, leaflet, tagline iklan atau ilustrasi artikel.

Sehingga saat memotret bisa berfikir dari sisi pengguna, kira-kira foto tersebut akan dipakai untuk apa. Seperti memotret kuas cat, setidaknya sudah terfikir, mungkin dapat dimanfaatkan untuk ilustrasi brosur renovasi rumah. Begitu pula saat menjepret bunga atau apapun juga.

Oh iya, jangan berfikir foto-foto tersebut sudah pernah dijepret. Bisa jadi calon pengguna sudah bosan dengan stock foto sebelumnya dan ingin mencari kesesuaian angle dan komposisi yang berbeda. Kebaruan foto, warna dan tren sangat mempengaruhi pengguna untuk menentukan pilihan.

Pada contoh dalam artikel ini, pemotretan hanya dilakukan di dalam kamar dengan memanfaatkan meja biasa. Tidak ada lampu-lampu gede karena hanya mengandalkan cahaya jendela/available light. Meja tersebut menjadi ‘studio mini’ untuk menempatkan subjek yang dipotret.

Kemudian kamera diarahkan dengan ISO tak terlalu tinggi guna menghindari noise. Mode Manual dipilih supaya akurasi bayangan, warna dan cahaya lebih terkontrol. Sementata file RAW menjadi alternatif pilihan selain file .jpg untuk kebutuhan koreksi/editing yang lebih detil.

Tidak lupa menggunakan beberapa variasi angle dan komposisi. Yakni untuk mengantisipasi kebutuhan content seperti teks dan animasi. Setelah dijepret, koreksi di sofware seperlunya.

Cobalah memotret stockphoto secara rutin untuk melatih kepekaan visual dari yang sederhana hingga yang rumit secara konsep dan teknis. Nantinya akan terlatih apa-apa yang bisa dieskplore untuk foto genre seperti ini. Jangan lupa lakukan dengan fun dan ringan. Sebab, memotret stockphoto bisa dilakukan saat senggang atau dikala ide muncul tiba-tiba.

Bila hendak mengasah keberuntungan, dapat mensubmit foto-foto yang terkumpul ke pasar stockphoto seperti thinkstokphotos.com atau shutterstock.com. Tentu dengan memahami regulasi mereka terlebih dahulu. Siapa tahu banyak yang menyukai, lalu mendownload dan pundi-pundi uang pun mulai mengalir.

Sumner : detik.net

Tags:

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply