Mengukur Usaha “Melawan” Miskin!

Mengukur Usaha “Melawan” Miskin!

MATARAM-Dari catatan Badan Pusat Statistik Kota Mataram, angka kemiskinan di Kota Mataram di tahun 2016 sebanyak 9,80 persen dari seluruh total penduduk warga kota. Angka ini setara dengan 44.810 jiwa warga miskin.

Warga itu, tercatat penghasilannya masih di bawah Rp 414 ribu. Karena itu mereka dinilai miskin dan belum mampu memenuhi standar kebutuhan sehari-harinya.

Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang, mengatakan semakin kecil persentase jumlah penduduk miskin, makin berat pula perjuangan daerah dalam menuntaskan kemiskinan.

“Tidak mungkin juga kemiskinan ini dikikis habis. Sebuah daerah pasti ada warga miskinnya,” kata Martawang.

Mantan Kepala Bappeda Kota Mataram ini melanjutkan, pemerintah hanya bisa mengupayakan agar jumlah penduduk miskin berkurang dengan peresentase se kecil-kecilnya. Caranya dengan memaksimalkan berbagai program pengentasan.

Baca Juga :

Baik dari anggaran pemerintah pusat maupun daerah. “Salah satu hasil rapat koordinasi peneletian, diantara semua program penanggulangan kemiskinan, yang paling tinggi program PKH,” terangnya.

Mataram sendiri, dapat Program Keluarga Harapan (PKH) untuk 12.895 KK. Harusnya jika mengacu hasil penelitian itu, program yang telah menyasar warga kota ini, dalam penelitian BPS harus menurun signifikan.

Jika, tidak mengalami penurunan berarti, maka program ini harus dievaluasi. Karena besar kemungkinan tak tepat sasaran.

“Mataram menjadi pilot project, satu dari 44 daerah yang warganya mendapat bantuan nontunai,” jelasnya.

Namun ia meyakinkan, seluruh penerima kartu kombo sebagai bentuk riil dari program PKH, adalah warga yang berada di bawah garis kemiskinan. Walau diakui dirinya, dalam pelaksanaan program ini ada beberapa kendala yang terjadi.

“Seperti ada 2318 KK atau kartu yang belum tervalidasi, apakah masih digunakan atau penerimanya sudah meninggal dunia,” terangnya.

Tak hanya dari program pemerintah, pola lainnya dalam mengetaskan kemiskinan yang dilakukan pemerintah yakni melalui investasi. Dari catatan sejak tahun tahun 2014 telah terdata sebanyak 3.094 usaha.

“(Diprediksi) menyerap 33.566 pekerja,” terang Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Mataram, Cokorda Mudira Muliarsa.

Atau jika dikhususkan di tahun 2017 saja, total tenaga kerja yang berhasil diserap sebanyak 5.564 pekerja. Dengan nilai investasi sepanjang tahun 2017 mencapai Rp 5,796 triliun. “Walaupun dari angka ini ada pekerja luar daerah juga yang bekerja di sini,” jelasnya.

Dengan kata lain 5.564 pekerja itu tidak ansih warga Kota Mataram. Tapi setidaknya Cok meyakinkan sebagian besar diantaranya adalah penduduk Kota Mataram.

Melalui dua skema ini saja, harusnya signifikansi pengentasan kemiskinan di kota, harusnya besar. Tapi sampai saat ini BPS Kota Mataram belum merilis, jumlah penduduk miskin di kota. (zad/r5)

 

Komentar

Komentar

Source link

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.