Mesin Rusak, Ambulan Laut Tiga Gili Menganggur | SUARANTB.com

Mesin Rusak, Ambulan Laut Tiga Gili Menganggur | SUARANTB.com

Mesin Rusak, Ambulan Laut Tiga Gili MenganggurMesin Rusak, Ambulan Laut Tiga Gili Menganggur

Transportasi ke Gili Trawangan (Suara NTB/ist)

Tanjung (Suara NTB) – Ambulan laut milik Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Lombok Utara (KLU) diakui tengah menganggur. Pasalnya mesin fast boat yang digunakan untuk… Mesin Rusak, Ambulan Laut Tiga Gili Menganggur

Tanjung (Suara NTB) – Ambulan laut milik Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Lombok Utara (KLU) diakui tengah menganggur. Pasalnya mesin fast boat yang digunakan untuk merujuk pasien dari 3 Gili ke Puskesmas dan RSUD KLU di wilayah darat KLU rusak.

‘);
}());

Kepala Dinas Kesehatan Lombok Utara, H. Khaerul Anwar, melalui Sekdis Kesehatan, H. Syamsul Bahri, kepada koran ini mengakui menganggurnya fast boat ambulan Dikes. “Ambulan laut nganggur sejak 2015 lalu karena mesinnya rusak. Standar mesin kemarin tidak cocok dengan bodinya, sehingga mesin tidak maksimal,” ungkap Samsul, Rabu, 10 Januari 2018.

Untuk mengoperasionalkan kembali ambulan laut itu, sambungnya, Dikes harus membeli mesin baru. Sebab jika tidak, fast boat akan menganggur lebih lama dan dikhawatirkan pelayanan transportasi laut pasien tidak optimal. “Kemampuan dana untuk membeli mesin baru belum cukup. Kita membutuhkan mesin 200 PK, sedangkan yang dipakai kemarin di bawah 100 PK,” imbuhnya.

Ambulan laut tersebut sedianya digunakan untuk mendukung transportasi pelayanan kesehatan dari 3 gili menuju Puskesmas Nipah yang menjadi payung wilayaj kerja 3 gili. Sementara menunggu mesin baru, Syamsul berharap ada upaya dari puskesmas untuk berkomunikasi dengan instansi terkait yang memiliki sarana transportasi laut, seperti Dishub KP, Polairud ataupun syahbandar.

“Sementara tidak ada kita memang berharap supaya puskesmas bisa memanfaatkan sarana boat Dishub atau kepolisian laut. Kita harapkan Dishub membantu apalagi menghadapi kasus emergensi pasien,” jelasnya.

Untuk dimaklumi tambahnya, Puskesmas di Gili Trawangan belum selesai dikerjakan. Sarana kesehatan itu dikerjakan melalui alokasi DAK yang dikucurkan secara bertahap. Prasarana puskesmas yang dibutuhkan, seperti bed dan alkes.

“Sarpras juga dari DAK dan baru 2019 bisa beroperasi. Maunya kita fokus 1 dulu, sehingga kabupaten bisa merencanakan sumber daya pendukung. Pada tahun 2018 ini kita mulai fokus menata Puskesmas Tanjung mulai dari layanan perawatan, inap dan ruang konsultasi tiap poli. Sejauh ini memang di sana belum lengkap sarana pelayanannya,” demikian Syamsul Bahri. (ari)

Source link

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.