NTB Jadi Sasaran Empuk ‘’Skimming’’ ATM | SUARANTB.com

NTB Jadi Sasaran Empuk ‘’Skimming’’ ATM | SUARANTB.com

Mataram (Suara NTB) – Pekan lalu Bareskrim Polri menangkap pelaku skimming ATM jaringan warga negara asing. Skimming ATM dilakukan dengan menggunakan modus berteknologi. Jaringan ini menjadikan NTB sebagai salah satu sasaran empuknya.

Dirreskrimsus Polda NTB, Kombes. Pol. Syamsuddin Baharuddin, ditemui di ruang kerjanya, Senin, 19 Maret 2018 mengatakan, pihaknya meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi skimming.

‘’Kita ajak perbankan, OJK dan pihak ketiga vendor ATM untuk meningkatkan kewaspadaan. Memang di daerah NTB ini khususnya di Lombok pernah terjadi kasus skimming. Para pelakunya sudah ditangkap dan divonis hakim,’’ kata dia.

Dia menyebutkan, tidak tertutup kemungkinan para pelaku skimming akan beraksi lagi. Sebab, dari hasil penyelidikan sementara skimming ATM adalah kejahatan jaringan.

‘’Patut diduga ini merupakan jaringan. Jaringan internasional yang melibatkan para pelaku dari beberapa negara,’’ ungkapnya.

Menurutnya, cara yang bisa ditempuh nasabah agar terhindar dari skimming berupa mengganti PIN ATM secara berkala. ‘’Jika ingin bertransaksi, perhatikan dulu bagian-bagiannya seperti saat menginput PIN atau saat hendak memasukkan kartu,’’ jelasnya.

Kabid Humas Polda NTB, AKBP Tri Budi Pangastuti menambahkan, para pelaku menyasar ATM yang jauh dari keramaian untuk memudahkan aksinya.

Catatan Suara NTB, tercatat tiga kasus skimming ATM di NTB yang sudah terungkap. Baru-baru ini pada pekan lalu, tiga warga negara Bulgaria dihukum penjara selama 3,5 tahun akibat terbukti bersalah.

Mereka, Vladimir Hristovorov Veleb, Stancho Mihaylov Stanev, dan Mitko Venelinov Borisov terbukti bersalah melakukan skimming ATM BRI Gili Trawangan September 2017 lalu.

Kemudian warga negara Bulgaria lainnya, Yulee Stevanov Chekov yang dihukum penjara 1 tahun 4 bulan karena terbukti melakukan skimming ATM Bank Mandiri Gili Air sepanjang Februari-Maret 2016.

Lalu warga negara Turki, Dede Firat dihukum penjara satu tahun akibat terbukti melakukan skimming ATM Bank CIMB Niaga Gili Air pada Juni 2016.

Skimming ATM dilakukan dengan menggunakan modus berteknologi. Nomor kartu ATM dan PIN nasabah direkam kemudian dijiplak. Cara itu digunakan untuk menguras isi rekening korbannya.

Lima pelaku yang diamankan beberapa hari lalu, antara lain warga negara Bulgaria, Caitanovici Andrean Stepan, Raul Kalai. Ionel Robert Lupu, warga negara Hungaria, Ferenc Hugyec serta warga Indonesia Milah Karmilah.

Mereka ditangkap terpisah di Tangerang, Banten dan Lombok Tengah, atas dugaan skimming ATM dengan TKP di Yogyakarta, Bandung, Bali, Tangerang, dan Jakarta.

Barang buktinya diantaranya alat perekam data atau skimming, encorder, dan spycam. Para pelaku sudah beraksi sejak Juli 2017. (why)

Tag

Source link

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.