Pasutri Dibegal di Dekat Polres

Pasutri Dibegal di Dekat Polres

Lombok.Biz Info Lombok. PRAYA – Aksi begal tidak membedakan tempat. Jika situasi mendukung, pelaku dengan leluasa bertindak. Kali ini, begal terjadi di jalan raya, depan Masjid Jami’, Kelurahan Prapen, Praya Minggu malam lalu. Korbannya adalah pasangan suami istri berboncengan mengendarai motor Suzuki FU 150 CC.

Bahkan, tempat kejadian perkara (TKP) itu juga tidak jauh dari Polres Lombok Tengah. Hanya sekitar 50 meter. “Kami memperkirakan pelaku sudah stanbay sebelumnya di TKP,” kata Kasubag Humas Polres Loteng AKP Made Suparta, Selasa (2/6).

Pantauan Lombok Post, situasi saat itu gelap gulita lantaran PLN memadamkan listrik. Puluhan warga memadati jalan raya di depan masjid tersebut. Kedatangan mereka, setelah pelaku membawa kabur motor bernomor polisi DR 4830 SN. Korban atas nama Muliadi, 27 tahun, warga Dusun Pepekat, Desa Batunyala. Ia mengalami luka sabetan pisau di betis kanan. Sementara istrinya selamat.

Kejadiannya sekitar pukul 21.45 Wita. Warga berhamburan keluar rumah setelah mendengar teriakan korban. Pasangan suami istri ini dihadang tiga pelaku begal menggunakan dua kendaraan bermotor. Korban pun menghentikan laju kendaraan, lalu pelaku langsung menodong pisau ke korban.

Muliadi pun sempat melakukan perlawanan. Dengan cara menendang pelaku, hingga pisau yang digunakan pelaku menyabet betis kanannya. Situasi itu pun dimanfaatkan ketiga pelaku, untuk membawa kabur kendaraan korban. Sontak istri korban berteriak minta tolong.

“Bagaimana tidak terjadi aksi kejahatan, PLN seringkali memadamkan lampu. Suasana gelap seperti ini justru mengundang aksi kejahatan,” ujar sejumlah warga yang datang membantu korban.

Tanpa berpikir panjang, sebagian warga membantu korban membawanya ke puskesmas terdekat. Lalu mengantarkan ke polisi. “Kami langsung mengerahkan tim patroli dan buser guna mengejar pelaku,” lanjut Suparta.

Dalam waktu puluhan menit, kendaraan milik korban ditemukan di Dusun Lokon, Desa Mujur. “Kelihatannya pelaku ketakutan, hingga meninggalkan kendaraan korban. Tapi, kami tetap melakukan pengejaran dan penyisiran,” ujarnya.

Bagi Suparta, tidak ada kata maaf buat pelaku begal. Karena, aksinya seringkali dilakukan dengan cara nekat. Pelaku tidak segan-segan melukai korban. “Kalau bisa jangan berpergian malam-malam, apalagi saat mati lampu,” pintanya.

Sumber : lombokpost.net

Tags:

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply