PDIP Anggap Kemunculan Novanto Cs di Jumpa Pers Trump Langgar Kode Etik

PDIP Anggap Kemunculan Novanto Cs di Jumpa Pers Trump Langgar Kode Etik
Kemunculan pimpinan DPR Setya Novanto dan Fadli Zon di jumpa pers kampanye capres Amerika Serikat, Donald Trump dikritik oleh anggota dewan sendiri. Mereka dianggap melanggar kode etik DPR

Lombok.biz – Info Lombok. Kemunculan pimpinan DPR Setya Novanto dan Fadli Zon di jumpa pers kampanye capres Amerika Serikat, Donald Trump dikritik oleh anggota dewan sendiri. Mereka dianggap melanggar kode etik DPR.

“Dalam Pasal 292 Peraturan DPR RI tentang Tata Tertib mengenai kode etik disebutkan bahwa setiap anggota selama menjalankan tugasnya untuk menjaga martabat, kehormatan, citra dan kredibiltas DPR,” kata anggota Komisi II DPR, Diah Pitaloka saat jumpa pers di Warung Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (5/9/2015).

Diah melanjutkan, dalam Pasal 1 sampai 6 Peraturan DPR RI No 1 Tahun 2015 tentang Kode Etik DPR RI, anggota DPR dalam setiap tindakannya harus mengutamakan kepentingan bangsa dan negara, daripada kepentingan pribadi, seseorang dan golongan.

“Bahkan dilarang menggunakan jabatannya untuk mencari kemudahan dan keuntungan pribadi, keluarga, sanak famili dan golongan. Apalagi dalam hal ini Setya Novanto dan Fadli Zon bukan hanya sebagai anggota DPR RI, tapi menjabat sebagai pimpinan DPR RI,” ujar politikus PDIP ini.

Meski Fadli telah membantah kehadirannya di kampanye Donald Trump itu bukan untuk memberi dukungan, Diah tetap menilai alasan itu tidak bisa diterima. Selain Diah, sejumlah anggota DPR dari F-PDIP juga mengecam sikap Novanto dan Fadli.

“Mereka harus bijaksana dalam setiap tindakan dan langkah mereka berdua sebagai pimpinan DPR RI. Di depan masyarakat dunia, mereka adalah representasi dari seluruh rakyat Indonesia,” ucapnya.

“Ini adalah pelanggaran yang sangat serius dilakukan oleh dua pimpinan DPR RI. Selain melanggar kode etik yang mereka tandatangani sendiri dalam Peraturan DPR RI Tahun 2015, tindakan yang dilakukan oleh dua pucuk pimpinan lembaga parlemen tersebut telah melanggar politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif,” tambah Diah.

Sebelumnya diberitakan, Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR sudah mulai mengusut motif di balik kemunculan delegasi DPR tersebut di jumpa pers Trump meski belum ada aduan. Novanto dan Fadli pun akan dipanggil untuk diminta keterangan.

“Kehadiran Novanto dan sebagian anggota DPR di kampanye Trump, sepanjang itu dalam acara protokoler tidak masalah. Kalau tidak masuk di acara protokoler, tentu bermasalah,” kata Wakil Ketua MKD Junimart Girsang saat dihubungi, Sabtu (5/9/2015).

Sumber: DetikNet

Tags:

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.