Pemkot Jangan Terburu Nafsu, Kantor Wali Kota Baru Bisa Bermasalah

Pemkot Jangan Terburu Nafsu, Kantor Wali Kota Baru Bisa Bermasalah

MATARAM-Ambisi punya kantor mewah dan megah, tak terbendung lagi. Di tahun ini Pemkot Mataram, sudah menyisihkan dana Rp 1 miliar untuk membuat detail enginering design (DED). Sehingga tahun depan proyek prestisius dengan nilai sekitar Rp 59 miliar itu mestinya sudah bisa dikerjakan.

Tapi sayang recana ini tak mulus. Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintahan, dan Pembangunan Daeah (TP4D) meminta pemkot tak terburu nafsu.

“Tadinya memang disiapkan anggaran tapi TP4D meminta siapkan lahan dulu,” kata Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito.

Karena itu fokus pihaknya saat ini adalah mempersiapkan lahan yang dibutuhkan. Eko mengatakan, pemkot sudah memiliki lahan di lokasi tersebut. Tapi luasnya belum cukup untuk merealisasikan proyek prestisius ini.

Karenanya perlu dilakukan pembebasan lahan. Sayangnya proses ini dipastikan tak mudah. Selain soal harga tanah yang melangit, pengurusan administrasi tanah juga butuh waktu relatif panjang.

“Jadi DED diminta setelah lahan tersedia,” terangnya.

Namun Eko menegaskan rencana pembuatan DED tak ada yang sia-sia. Karena kemarin tahapannya masih persiapan plan design. Ia tetap optimis kantor wali kota bisa berdiri di lingkar selatan. Bahkan Eko tak ragu tahun depan akan dilakukan peletakan batu pertama.

“Tetap seperti rencana awal,” tegasnya.

Jika lahan tersedia, maka ancang-ancang selanjutnya bersamaan dengan dilelangnya DED yakni dengan meminta bantuan anggaran dari pemerintah pusat. Dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri.

“Semoga ada peluang,” harapnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram Mahmuddin Tura membenarkan telah menyiapkan dana sebesar Rp 1 miliar untuk pembuatan DED. Sayang rencana ini tak bisa buru-buru dilelang mengingat TP4D sudah memberi peringatan jika proyek itu berpotensi bermasalah jika lahan belum tersedia.

“Jika lokasinya sudah tidak berubah di situ baru bisa dilanjutkan. Pada dasarnya TP4D juga sudah memberikan sinyal soal rencana kita bangun ini,” yakinnya.

Gambar plan design sendiri sudah terpampang. Ini dimaksudkan untuk memancing masukan dan kritik dari masyarakat. Tapi ia melihat justru rencana ini telah memantik semangat investasi masuk ke kota.

“Bahkan ada hotel yang katanya minta izin agar bisa dibangun di pintu gerbang itu,” bebernya.

Sayangnya batu ganjalan masih terlalu banyak. Tak hanya soal DED dan lahan. Pemkot harus bisa menuntaskan dulu revisi RTRW yang saat ini yang harus dikembalikan lagi, setelah gagal dalam pleno kementerian ATR/BPN.

“Sebab tanpa itu tidak bisa juga rencana ini direaliasikan,” cetusnya.

Tura punya keyakinan lahan bisa cepat tertangani. Paling tidak Juni tahun ini. Karena itu ia menargetkan lelang DED juga dilakukan sekitar Juni. (zad/r3)

Komentar

Komentar

Source link

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.