Penjualan Listrik di NTB Tumbuh 5,4 Persen | SUARANTB.com

Penjualan Listrik di NTB Tumbuh 5,4 Persen | SUARANTB.com

Penjualan Listrik di NTB Tumbuh 5,4 PersenPenjualan Listrik di NTB Tumbuh 5,4 Persen

Pengecekan gardu oleh manajer PLN Area Mataram, Chaidar Syaifullah untuk memastikan distribusi listrik tak terganggu. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – PT PLN (Persero) Wilayah NTB mencatat pertumbuhan penjualan listrik di Provinsi NTB meningkat 5,4 persen pada tahun 2017. Tercatat, penjualan… Penjualan Listrik di NTB Tumbuh 5,4 Persen

Mataram (Suara NTB) – PT PLN (Persero) Wilayah NTB mencatat pertumbuhan penjualan listrik di Provinsi NTB meningkat 5,4 persen pada tahun 2017. Tercatat, penjualan listrik pada tahun 2016 sebesar 1.591 GWh (Gigawatt Hour), sedangkan pada tahun 2017 sebanyak 1.677 GWh.

‘);
}());

Peningkatan penjualan listrik terbesar masih terjadi di sistem kelistrikan Lombok yaitu hingga 54 GWh. Sistem kelistrikan Sumbawa penggunaan listrik meningkat sebesar 19,3 GWh. Sementara sistem kelistrikan Bima meningkat sebesar 12,6 GWh. Total peningkatan sekitar 86 GWh.

General Manager PLN Wilayah NTB, Mukhtar dalam keterangan resminya menilai peningkatan penggunaan listrik ini menunjukan bahwa tingkat konsumsi masyarakat meningkat.

“Naiknya penggunaan listrik ini menjadi sinyal positif bahwa ekonomi masyarakat NTB terus membaik,” ujarnya.

Salah satu faktor yang mendukung peningkatan penjualan listrik ini adalah beroperasinya beberapa pembangkit baru. Diantaranya Mobile Power Plant (MPP) Lombok dan PLTU IPP Lombok Timur dengan kapasitas masing-masing 2×25 Megawatt (MW). Selain, itu PLN juga terus melakukan perluasan jaringan untuk daerah-daerah yang belum teraliri listrik. Contohnya Pulau Bajo yang terletak di Manggalewa, Kabupaten Dompu.

Saat ini sistem kelistrikan Lombok memiliki daya mampu mencapai 274 MW dengan beban puncak 227 MW. Sistem kelistrikan Sumbawa memiliki daya mampu mencapai 54 MW dengan beban puncak sebesar 42 MW. Sementara untuk sistem kelistrikan Bima memiliki daya mampu mencapai 50 MW dengan beban puncak sebesar 45 MW.

Tahun 2018, beberapa pembangkit baru yang saat ini sedang dalam proses konstruksi akan beroperasi. Diantaranya PLTMG Sumbawa berkapasitas 50 MW dan PLTMG Bima berkapasitas 50 MW. Sementara PLTGU Lombok Peaker berkapasitas 150 MW diprediksi selesai tahun 2018 atau 2019.

Penambahan pasokan daya listrik ini diharapkan dapat memberi dukungan pada peningkatan perekonomian masyarakat hingga industri. Selain itu, ketersediaan pasokan daya membuat PLN optimis dapat memenuhi kebutuhan listrik di NTB, baik untuk peningkatan rasio elektrifikasi, maupun untuk mendorong investasi.

“Saat ini listrik surplus, kami mengundang para investor untuk membangun bisnisnya di NTB. Tidak perlu khawatir dengan masalah listrik, PLN akan siapkan kebutuhannya. Termasuk untuk ITDC Mandalika, berapa pun kebutuhannya, kami akan siapkan,” demikian Mukhtar. (bul)

Source link

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.