Pilkada NTB, Tiga Bakal Paslon Perseorangan Kandas | SUARANTB.com

Pilkada NTB, Tiga Bakal Paslon Perseorangan Kandas | SUARANTB.com

Pilkada NTB, Tiga Bakal Paslon Perseorangan KandasPilkada NTB, Tiga Bakal Paslon Perseorangan Kandas

Komisioner KPU NTB Bidang Teknis, Suhardi Soud (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – KPU Provinsi NTB, setelah memeriksa berkas dukungan pendaftaran pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur jalur independen. Menyatakan tiga paslon… Pilkada NTB, Tiga Bakal Paslon Perseorangan Kandas

Mataram (Suara NTB) – KPU Provinsi NTB, setelah memeriksa berkas dukungan pendaftaran pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur jalur independen. Menyatakan tiga paslon Tidak Memenuhi Syarat (TMS) untuk melaju ke tahap verifikasi administrasi dan faktual.

‘);
}());

Demikian disampaikan oleh Komisioner KPU NTB Bidang Teknis, Suhardi Soud kepada Suara NTB, Selasa, 28 November 2017 kemarin. “Betul, ketiganya dinyatakan TMS (Tidak Memenuhi Syarat). Artinya bapaslon yang dinyatakan TMS tidak bisa dilanjutkan ke tahapan verifikasi administrasi,” ujarnya.

Setelah pasangan Ahmad Rusni-Muhammad Nur, lebih dulu dinyatakan kandas, karena tidak memenuhi syarat sebaran minimal enam kabupaten/kota. Sementara pasangan ini hanya memiliki sebaran dukungan hanya di lima Kabupaten/Kota.

Pasangan Abdul Hakim-Suminggah, menyusul dinyatakan TMS  oleh KPU setelah dilakukan pemeriksaan berkas. Disampaikan oleh Suhardi Soud, dukungan Abdul Hakim yang terverifikasi, yakni kurang dari syarat minimal jumlah dukungan sebanyak 303.331 KTP/Suket.

“Jumlah sebaran memang ada 10 kabupaten/kota, tapi daftar nama dukungan (b1-kwk) ada sebanyak  239.678, KTP/Suket 242.430, syarat minimal dukungan 303.331. Jadi disimpulkan pasangan ini TMS,” jelas Suhardi.

Demikian juga halnya dengan pasangan Dianul Hayezi-Sri Sudarjo, juga dinyatakan TMS oleh KPU. Pasangan ini dari segi sebaran dukungan sudah terpenuhi, yakni enam kabupaten/kota. Tapi daftar dukungan yang disampaikan tidak memenuhi jumlah minimal, sehingga KPU juga tidak bisa melajutkannya ke tahap berikutnya.

“Soft copy atau silonnya ada 315.413, sementara daftar nama dukungan (b1-kwk) ada sebanyak 176.658, KTP/Suket : 175.087, sementara syarat minimal dukungan 303.331. Pasangan ini juga kesimpulan TMS,” kata Suhardi.

Demikian hasil rapat pleno KPU, setelah melakukan pemeriksaan berkas. Bahwa tiga paslon independen ini, tidak bisa lanjut untuk melaju ketahap verifikasi administrasi dan faktual. Sehingga dari empat paslon independen yang menyerahkan dokumen dukungannya, hanya pasangan Ali-Sakti yang lolos ke tahap verifikasi. (ndi)

‘);
}());

Source link

Recent search terms:

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.