Polisi Tembak Residivis Pencurian

Polisi Tembak Residivis Pencurian

MATARAM-Buronan terduga pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) di 10 TKP ditembak tim Resmob Polres Mataram, kemarin (11/1). Pelaku yang dikenal dengan sebutan Awing ini ditangkap polisi di Lingkungan Timbrah, Kelurahan Pagesangan Barat, Kota Mataram.

Kapolres Mataram AKBP Muhammad mengatakan, dalam pelariannya, pelaku selalu berpindah-pindah tempat. Setelah serangkaian penyelidikan, polisi akhirnya mengetahui keberadaan Awing yang bersembunyi di kos temannya, di Pagesangan Barat.

”Kita langsung tangkap di sana,” kata Muhammad, kemarin.

Penangkapan Awing, dilakukan petugas sekitar pukul 02.00 Wita. Saat itu juga, petugas melakukan interogasi terhadap sejumlah laporan pencurian yang ada di wilayah hukum Polres Mataram.

Baca Juga :

Sedikitnya ada 10 TKP yang diingat pelaku. Tujuh diantaranya dilakukan di Lingkungan Kekalik. Awing menyasar kos dan membawa kabur 10 unit handphone, lima unit laptop, dan dua televisi. Sementara tiga TKP lainnya dilakukan di wilayah Batu Ringgit dan Batu Dawe.

Setelah mendapat pengakuan pelaku, petugas membawa Awing ke tempat dia mencuri. Kesempatan tersebut digunakan pelaku untuk mengelabui petugas. Ketika berada di TKP Batu Ringgit, Awing meminta izin untuk buang air kecil. Izin dari petugas dimanfaatkan pelaku untuk kabur.

Petugas yang menjaganya sempat kaget dan memberi tembakan peringatan. Anggota yang lainnya juga ikut mengejar Awing. Karena tidak menggubris peringatan tersebut, tim Resmob melumpuhkan pelaku dengan tembakan ke betis sebelah kiri.

”Di Batu Ringgit, tempat dia mencuri, pelaku sempat kabur. Karena itu kita beri tindakan tegas dan terukur,” jelas Muhammad.

Kapolres mengatakan, pelaku masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Dia melakukan pencurian bersama rekannya, di wilayah Ampenan, awal Desember 2017. Pelaku masuk ke TKP dengan cara memanjat tembok dan mencongkel jendela korban.

Dalam aksinya tersebut, mereka membawa kabur tiga unit laptop. ”Rekan pelaku itu sudah lebih dulu ditangkap dan ditahan di Polsek Ampenan,” bebernya.

Lebih lanjut, Awing merupakan residivis kambuhan. Dia sudah dua kali masuk penjara. Sebelum tertangkap ini, pelaku sempat ditangkap Polsek Mataram dan Polsek Ampenan.

”Pengakuan pelaku cuma ingat ada 10 TKP pencurian. Itu yang dia ingat, jadi ada kemungkinan lebih dari 10,” pungkas Kapolres.

Sementara itu, Awing mengaku  sudah melakukan aksi curat dari 2012. Dia kadang bersama temannya. Namun, tak jarang juga pembobolan rumah itu dilakukan sendirian.

”Sudah lupa berapa kali. Tapi, dari 2012 sudah begini (mencuri, Red),” kata dia.

Pemuda 25 tahun ini menyebut, dirinya tidak pernah melakukan survei sebelum beraksi. Dia memilih rumah secara acak. Melihat di rumah mana yang pemilik lengah. Selama aksi pencuriannya ini, Awing mendapatkan hasil paling besar Rp 3 juta.

”Saya lihat yang ada kesempatan saja, biasanya masuk lewat jendela,” aku Awing.(dit/r2)

 

Komentar

Komentar

Source link

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.