Profesi Sampingan yang Menjanjikan

Profesi Sampingan yang Menjanjikan

Kawasan wisata alam, Bukit Pegasingan, Lombok Timur memiliki porter (pemandu pendakian). Kehadiran mereka sangat membantu, khususnya untuk pendaki level pemula. Walau usia masih remaja, tenaga yang mereka miliki membawakan perlengkapan mendaki, dan kecepatan naik turun bukit layak diacungi jempol. Bagaimana kisahnya?

***

SORE itu, memasuki kawasan wisata Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) udara dingin menusuk. Maklum saja, tubuh sedang menjejak di daerah gunung. Rencana ingin menuju Bukit Pegasingan di Sembalun Lawang, Kabupaten Lombok Timur. Nama bukit ini cukup kesohor di media sosial (medsos). Foto-foto di instagram banyak menampilkan pesona Bukit Pegasingan. Bahkan, di twitter bukit ini menjadi tema khusus. Koran ini bertandang ke Bukit Pegasingan dengan banyak wartawan.

Persiapan pendakian kami lakukan di Kantor Camat Sembalun. Mulai dari perbekalan, tenda, slepping bag, dan lainnya. Awal kami melihat Usman dan Junaidi biasa saja. Namun siapa sangka, semua perlengakapan sanggup mereka pikul berdua, padahal ukuran tas cukup besar.

Pendakian dimulai setelah salat Maghrib. Mereka berdua adalah porter (pemandu pendakian) hingga ke atas Bukit Pegasingan. Dengan cekatan, keduanya mulai mendaki dan memandu. Menuntun rute mana yang harus dilalui.

“Pijak batu ini mbak,” kata Usman dengan tas ukuran besar di pundaknya.

Seakan-akan keduanya tidak memiliki beban mendaki. Awak media yang dipandu pun cukup jauh ketinggalan. Padahal usia porter ini masih sangat muda.

Menjadi porter adalah usaha sampingan mereka. Banyak remaja sekitar menjadi porter, lantaran memahami betul seluk beluk Bukit Pegasingan. Mereka telah terbiasa mendaki dan menuruni bukit yang sedang tenar ini.

“Ada juga usia 9 tahun sudah menjadi porter,” ujar Usman.

Bidang yang digeluti saat ini, kata Usman, hanyalah untuk mengisi waktu luang mereka di saat liburan sekolah. Penghasilan menjadi porter, cukup lumayan. Untuk per malam saja, tarif porter per orangnya sebesar Rp 125 ribu.

“Hasilnya bisa tambahan biaya sekolah dan uang jajan,” ucapnya sambil tersenyum.

Junaidi pun demikian, menjadi porter sudah digelutinya setahun terakhir ini. Menurutnya, menjadi porter menyenangkan. Kemampuan yang mereka miliki, banyak mendapat decak kagum dari pengunjung yang dipandunya.

“Pelayanan yang kami berikan sangat memuaskan,” katanya.

Benar saja, mereka tidak hanya benar-benar tangguh. Sebagai porter, mereka melayani awak media sepenuhnya alias full service. Mempersiapkan tenda, makanan dan minuman mereka yang hidangkan.  Hingga  turun pendakian pun, beban yang dibawa tidak menjadi halangan.

“Menjadi porter juga tidak setiap hari, kalau tidak libur, maksimal dua kali seminggu antar tamu,” sambungnya.

Jun, sapaan akrabnya, menceritakan, pilihan menjadi porter saat ini sangat dibutuhkan. Apalagi mulai menggeliatnya pendaki Bukit Pegasingan. Mereka juga harus bersaing dengan porter lainnya. Meski bersaing, Jun dan Usman optimistis, selama pelayanan yang diberikan bagus, mereka akan tetap dicari.

“Usaha tambahan yang tetap perlu dijaga kualitasnya,” tandasnya.

Sumber : Lombokpost.net

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply