Proyek Dana Desa Harus Dikerjakan Secara Swakelola | SUARANTB.com

Proyek Dana Desa Harus Dikerjakan Secara Swakelola | SUARANTB.com

Proyek Dana Desa Harus Dikerjakan Secara SwakelolaProyek Dana Desa Harus Dikerjakan Secara Swakelola

Kepala Dinas PMD Lotim, H.M.Juaini Taofik (Suara NTB/dok)

Selong (Suara NTB) – Penggunaan anggaran desa terutama yang bersumber dari Dana Desa (DD) saat ini terus ditata aturan dalam penggunaannya. Salah satunya yakni… Proyek Dana Desa Harus Dikerjakan Secara Swakelola

Selong (Suara NTB) – Penggunaan anggaran desa terutama yang bersumber dari Dana Desa (DD) saat ini terus ditata aturan dalam penggunaannya. Salah satunya yakni penggunaan DD dalam mengerjakan suatu proyek tidak lagi dikerjakan oleh kontraktor, melainkan hanya boleh dikerjakan masyarakat desa secara swakelola.

‘);
}());

Dikonfirmasi Suara NTB, belum lama ini, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Lotim, H.M.Juaini Taofik, menjelaskan, sejak awal tahun 2018 Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) RI, Eko Putro Sadjojo, menegaskan jika kontrak tidak boleh mengerjakan proyek dana desa. Pasalnya seiring dengan itu, sudah dihidupkan swakelola dengan sistem padat karya sejak awal tahun 2018.

Ditegaskan kembali, aturan baru saat ini bahwa DD tidak bisa dipihakketigakan, melainkan harus diswakelolakan dengan sistem padat karya tunai. Sehingga dari awal masyarakat akan merasa memiliki terhadap suatu proyek yang dikerjakan oleh pemerintah desa melalui anggaran dana desa. “Sejak awal tahun 2018, proyek yang sumber anggarannya dari DD harus dikerjakan secara swakelola padat karya, tidak boleh lagi dikerjakan dengan cara dipihakketigakan,” terangnya.

Disampaikan lebih jauh, pengerjaan suatu proyek khususnya di tingkat desa mengalami perbedaan apabila suatu pembangunan itu dikerjakan oleh pihak ketiga dengan dikerjakan langsung masyarakat. Salah satunya yaitu terjadi efisiensi serta kekuatan dari proyek itu menjadi pertimbangan. Untuk itu, terdapat dua nilai yang bisa dipetik dari sistem swakelola padat karya, pertama masyarakat itu mengerjakan sendiri, sehingga otomatis tercipta lapangan pekerjaan, serta kekuatan dari proyek yang dikerjakan menjadi pertimbangannya. (yon)

Source link

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.