Sindikat Pencurian Barang Penumpang Diringkus

Sindikat Pencurian Barang Penumpang Diringkus
Bandara International Lombok rawan dari aksi pencurian yang dilakukan oleh pegawai bandara international Lombok itu sendiri

Lombok.biz – Info Lombok. Praya. Polres Lombok Tengah (Loteng) membongkar sindikat pencurian barang penumpang pesawat di area kargo Bandara International Lombok. Para pelaku selama ini diduga merupalan pelaku yang selama ini diduga menjadi otak dibalik hilangnya barang penumpang maupun perusahaan pengiriman barang di Bandara International Lombok.

Polisi meringkus delapan orang yang diduga terlibat dalam aksi pencurian barang di Bandara International Lombok. Mereka adalah pekerja di Areal Bandara International Lombok (BIL) seperti porter, pegawai kargo, petugas keamanan dan sopir travel. Satu orang diantaranya masih buron.

Untuk membongkar kasus tersebut polisi mengaku membutuhkan waktu tiga bulan guna melakukan penyelidikan. Terakhir laporan kehilangan datang dari karyawang PT. Aero Express. Mereka mengaku kehilangan dua koli (dua box) barang kirimannya berisi telepon genggam (HP).

“Berawal dari laporan PT. Aero Express itulah, kami langsung menggandeng pakar telekomunikasi guna melacak sinyal handphone” kata Kepala Urusan Pembinaan Operasi (Kaurbinops) Loteng Ipda Ery Armunto.

Laporan itu masuk tanggal 14 juni lalu. Perusahaan bersangkutan mengirim barang berisikan handphone sebanyak tiga koli. Barang tersebut datang dari Bandara Sukarno – Hatta, Jakarta menuju Bandara International Lombok (BIL). Setiap koli berisikan 24 buah telepon seluler jenis Nokia.

Pada pengiriman pertama itu, perusahaan itu kehilangan satu koli,” ujarnya.

Selang beberapa hari kemudian lanjut Ery pada 24 juni perusahaan jasa pengiriman barang itu kembali melaporkan kehilangan satu koli. Isinya 120 handphone jenis Nokia seberat 139 kg. Total kerugian mencapai Rp. 60 juta rupiah.

“Dari laporan itulah, kami melakukan investigasi dan penyelidikan. Butuh waktu dan tenaga untuk membongkar kasus kejahatan tersebut,” katanya.

Kasus terungkap saat beberapa orang pegawai kargo dan porter yang dicurigai dibelakang kejahatan itu, menyalakan handphone curian tersebut Rabu (9/9) malam kemarin. Dari sini polisi kemudian berhasil melacak posisi barang curian tersebut.

Kelihatan para pelaku itu, sengaja tidak menyalakan handphone curian selama beberapa bulan. Namun, sejak laporan masuk, kami sudah melakukan pelacakan. Sehingga, ketika posisi sinyal diketahui,” kata Ery.

Di tempat kejadian perkara (TKP), lanjutnya polisi langsung meringkus para pelaku dengan barang buktinya. Polisi langsung menyeret ketiganya ke Polres guna dimintai keterangan lebih lanjut.  Dari mereka polisi kemudian berhasil mengorek identitas pelaku lainnya.

“Lalu, kami mencari tahu identitas dan alamat enam pelaku. Lima diantaranya, berhasil kami ciduk. Sementara satunya buron,” ujar Ery.

Modus para pelaku berawal dari bongkar muat barang di pesawat. Seorang petugas kargo inisial SBK yang kini menjadi DPO sengaja menjatuhkan barang milik penumpang kemudian disembunyikan di bawah kereta barang.

Sampai di area kargo, pelaku lainnya siap menunggu Mereka berinisial MT dan SH. Sementara satunya lagi inisial AW bertugas mengawasi suasana. Aksi kejahatan itu dilakukan secara bergantian.

“Delapan pelaku kejahatan yang selama ini meresahkan bandara itupun kami ringkus dan langsung kami jebloskan ke jeruji besi Polres,” katanya.

dukutip dari: Koran LombokPost, jumat 11 september 2015

Tags: , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.