Terduga Teroris yang Ditangkap di Bima Dibaiat ISIS | SUARANTB.com

Terduga Teroris yang Ditangkap di Bima Dibaiat ISIS | SUARANTB.com

Mataram (suarantb.com) – Terduga teroris yang ditangkap beberapa waktu lalu di Bima menunjukkan adanya keterkaitan dengan Islamic State in Iraq and Syria (ISIS). Bahkan berdasarkan pengakuan, terduga teroris K belajar merakit bom dari video yang yang dirilis ISIS.

Tiga terduga teroris tiba di Mapolda NTB, Senin, 19 Juni 2017 setelah ditahan satu malam di Detasemen A Brimob Bima. Para tersangka dibawa menggunakan barakuda lengkap dengan pasukan penjagaan brimob. Sebelum mereka tiba, barang bukti terlebih dahulu dibawa ke Polda.

Menurut Wakapolda NTB, Kombes Pol Drs. Imam Margono, tersangka berinisial K mengaku merupakan bagian dari Jamaah Ansharut Daullah Bima. Ia bahkan mengakui telah berbaiat kepada ISIS.
“Jadi dia membaiat ke arah ISIS tapi detailnya nanti akan dilakukan pemeriksaan lanjutan,” kata Imam saat memberikan keterangan pers.

Imam berujar, tersangka K berperan sebagai perakit bom. Ia mengakui bahwa dia merakit bom dengan bahan peledak TATP (primer high explosive). Rangkaian elektronik yang dimodifikasi menjadi switching bom rakitan dari HP dan rangkaian jebakan rakitan dari penjepit baju. Cara merakit bom itu ia pelajari dari ISIS.

“Tersangka K mengakui mendapat ilmu meracik bahan peledak dan bom rakitan dari internet (video) yang dirilis oleh ISIS melalui link di group telegram Bahrun Naim,” ungkapnya.

Menurut Imam, pengaruh Foreign Terorrist Fighter (FTF) dari Indonesia yang ada di Suriah yang bergabung dengan ISIS seperti Bahrun Naim telah mampu menggerakkan, menginspirasi dan membiayai jaringan lokal untuk melakukan serangan teror. Mereka memanfaatkan isu-isu yang berkembang sebagai alasan pembenar melakukan serangan teror.

Imam menambahkan dengan adanya penangkapan terduga teroris itu, ancaman ISIS semakin nyata. Menurut Imam harus dibangun daya cegah dan daya tangkal di masyarakat. Ia juga menghimbau untuk tetap menjaga kerukunan dan toleransi antar umat beragama.

“Harus dibangun toleransi beragama, kerukunan beragama yang menjadi kekuatan besar bagi bangsa Indonesia tidak boleh luntur,” ujarnya.

Selain tersangka K, Densus 88 Anti Teror Mabes Polri juga menangkap terduga teroris lainnya berinisial H dan R. Semua tersangka saat ini ditahan di Mako Brimob Polda NTB. (bur)

BACA BERITA LAINNYA :

Source link

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.