Uang Kompensasi Itu Sia-sia! Penjual Miras Kembali Berulah

Uang Kompensasi Itu Sia-sia! Penjual Miras Kembali Berulah

MATARAM-Uang kompensasi yang diberikan Pemkot Mataram ke sejumah pedagang minuman keras (miras) tradisional, ternyata sia-sia. Uang yang tujuannya agar para pedagang miras beralih ke usaha yang lebih bermanfaat, seakan tak berbekas.

Buktinya, sampai saat ini, para pedagang miras di Kota Mataram masih eksis. Bahkan, semakin berani terang-terangan. Mereka berjualan di jalan protokol. Memajang miras warna-warninya dengan botol transfaran.

“Saya sudah minta Pol PP untuk terjun menertibkannya lagi,” kata Wakil Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana, kemarin (11/1).

Namun, Mohan menilai, jumlah pedagang miras yang masih menjajakan dagangannya sudah menurun. Padahal, pada kenyataannya, jumlahnya malah semakin bertambah. “Secara visual, keberadaanya sudah sangat berkurang dari tahun lalu,” klaimnya.

Baca Juga :

Untuk benar-benar menghilangkan pedagang miras di Kota Mataram, diakuinya memang sulit. Tapi, kalau ada kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat sekitar, hal itu bukan mustahil bisa dilakukan.

“Akan kita anggarakan lagi (dana kompensasi), nanti di APBD Perubahan,” janjinya.

Terpisah, Lurah Cakra Timur I Made Agus JW membantah jika masih ada pedagang miras di wilayahnya. “Tidak ada lagi kok,” tegasnya, kemarin (11/1).

Menurutnya, dari total 12 penjual miras yang berada di kelurahannya, hampir seluruhnya berhenti berjualan miras. “Mereka semua sudah dapat dana kompensasi pada akhir Desember 2017 lalu. Dan semua sudah berhenti berjualan (miras),” tutur Made Agus.

Pernyataan Made bertolak belakang dengan patauan Lombok Post. Sejumlah pedagang miras yang ada di jalan Tumpang Sari, Cakra Timur, Mataram nyatanya masih berjualan minuman keras tradisional. Meskipun, jumlah yang dijualnya tidaklah banyak. Namun, membuktikan, bahwa ada pedagag miras yang masih berjualan.

“Sebelumnya memang ada yang berjualan, itu adalah pedagang baru alias pendatang baru. Tapi kami sudah ingatkan mereka, jika berjualan harus siap menempuh jalur hukum,” tuturnya.

Made menilai, kini tidak ada lagi warganya yang berjualan miras dipinggir jalan. Namun, jika nantinya, masih ditemukan, pihaknya akan meminta Satpol PP untuk melakukan tindakan hukum.

“Namanya manusia, kalau tidak diawasi ya pasti akan kembali (berulah). Kalau mereka berulah, kami akan panggil PPNS,” tutupnya.

Sementara itu, Sutrisno, Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Kota Mataram mengaku siap menindak para pedagang miras. Apalagi, sebelumnya Wawali telah memerintahkan Pol PP Kota Mataram untuk turun.

“Kita ikut kata pimpinan. Nanti kita akan lihat dan turun,” kata Sutrisno pada Lombok Post.

Terpisah, Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram, Fuad Sofian Bamasaq mengaku miris dengan kemunculan pedagang miras di Kota Mataram. “Untuk meminimalisir pedagang miras. Kuncinya satu, yakni harus ada ketegasan dari pemerintah,” tutur Fuad pada koran. (cr-tea/r5)

Komentar

Komentar

Source link

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.