Wakapolda NTB : Tiga Terduga Teroris Punya Peran Berbeda | SUARANTB.com

Wakapolda NTB : Tiga Terduga Teroris Punya Peran Berbeda | SUARANTB.com

Mataram (suarantb.com) – Tiga terduga teroris yang ditangkap di Bima memiliki peran yang berbeda. Sebagian dari mereka sudah bergabung dengan jaringan teroris. Bahkan terduga teroris pernah terlibat dalam aksi teror.

Menurut Wakapolda NTB, Kombes Pol. Drs. Imam Margono, tersangka berinisial K mengaku berperan sebagai perakit bom. Ia mengakui merakit bom dengan bahan peledak TATP (primer high explosive). Rangkaian elektronik yang dimodifikasi menjadi switching bom rakitan dari HP dan rangkaian jebakan rakitan dari penjepit baju. Cara merakit bom itu ia pelajari dari ISIS.

Tersangka K merupakan jaringan teror kelompok Penatoi di bawah pimpinan Ustaz Iskandar pada tahun 2010. Tahun 2014 diperintahkan oleh Khotob bergabung dengan kelompok Santoso di Poso untuk melaksanakan pelatihan militer.

“Kemudian kembali ke Bima bergabung dengan kelompok Jamaah Ansharut Daullah Bima,” kata Imam.

Sementara itu tersangka H, menurut Imam berperan sebagai pembantu K. Ia bertugas membeli bahan kimia untuk keperluan pembuatan bom.

“H membeli bahan kimia pembuatan bahan peledak berupa cairan H2O2 sebanyak tiga liter kemudian diserahkan kepada K,” bebernya.

Selain K dan H, Densus 88 Anti Teror juga menangkap tersangka R. Menurut Wakapolda, tersangka R merupakan jaringan kelompok Penatoi di bawah pimpinan Ustaz Iskandar. Kemudian ia diketahui bergabung dengan Kelompok Mujahidin Indonesia Barat. Dengan kelompok itu ia terlibat dalam aksi perampokan di Kantor Pos dan Giro Ciputat, Tangerang Selatan pada tahun 2013.

“Yang bersangkutan juga berperan sebagai orang yang menyembunyikan atau menampung DPO atas nama Satrio alias Indra Jendol,” tandasnya. (bur)

BACA BERITA LAINNYA :

Source link

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.