Waspada Siklon Tropis Joyce

Waspada Siklon Tropis Joyce

MATARAM-Cuaca semakin ekstrem. Hujan lebat disertai angin kencang menjadi pemandangan sehari-hari masyarakat Kota Mataram. Tak tanggung-tanggung sejumlah titik pun berpotensi terjadinya genangan maupun banjir. Bahkan, sejumlah pohon bisa dibuat tumbang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Dedy Supriadi mengatakan, Kota Mataram tengah dilanda siklon tropis joyce dalam waktu 24 jam. Informasi ini di dapatkannya melalui Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Dimana siklon tersebut memiliki ciri-ciri, hujan angin dan petir yang terjadi secara mendadak dan berpindah-pindah.

“Menurut perkiraan, siklon tropis joyce ini akan berlangsung selama 24 jam yang disertai dengan angin kencang dan hujan lebat,” kata Dedy pada Lombok Post, kemarin (12/1).

Baca Juga :

Terkait dengan itu, Dedy mengimbau masyarakat Kota Mataram dan sekitarnya agar tetap berhati-hati dan waspada saat berada di luar rumah. Dimana, efek yang diberikan oleh siklus tropis joyce ini adalah hujan yang turun dengan intensitas tinggi, disertai angin kencang dan petir.

“Jauhi pohon-pohon di jalan protokol, karena bisa saja pohon-pohon itu akan tumbang karena pengaruh hujan angin yang kencang,” tutur Dedy.

Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram itu juga mengingatkan, agar para nelayan yang ada di sepanjang pesisir Pantai Ampenan tidak melaut untuk sementara waktu. Apalagi ditambah dengan kondisi gelombang yang bisa saja naik secara mendadak. Untuk kondisi terkini, tinggi gelombang di seputaran pesisir pantai mencapai 1 meter sampai 1,5 meter.

“Nelayan pasti sudah tahu kondisi ini, tapi kami tetap mengimbau agar mereka tidak melaut. Sehingga mereka bisa terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan,” terangnya.

Di samping itu, Dedy juga agar pihak lingkungan melakukan pemantauan di lokasi-lokasi yang rentan terjadi genangan atau banjir. Anggota cepat tanggap BPBD juga akan tetap berjaga selama 24 jam di tengah cuaca ekstrem. Selain melakukan pemantauan di tengah cuaca ekstrem, BPBD Kota Mataram juga telah menyiapkan posko tanggap darurat, untuk menampung warga yang membutuhkan bantuan.

“Untuk memaksimalkan kerja BPBD, selain ada posko, kami juga menyiapkan kebutuhan logistik untuk antisipasi dan penanganan bencana,” kata Kepala Bidang Darurat dan Logistik BPBD Kota Mataram Gede Yasa pada Lombok Post, kemarin (12/1).

Menurut mantan Lurah Pagesangan itu cuaca ekstrem yang melanda Kota Mataram ditambah dengan siklus tropis joyce tidak terjadi lama. “Menurut BMKG siklus ini terjadi dalam waktu 1-2 hari saja,” terang Yasa.

Sementara itu, di tengah guyuran hujan angin kencang dan petir yang menyambar sejumlah titik di Kota Mataram sejak pukul 08.00 Wita kemarin, membuat sejumlah titik dipenuhi genangan air. Bahkan, beberapa pedagang kaki lima (PKL) yang ada di sejumlah jalan harus terpaksa tutup, karena intensitas hujan turun dengan tinggi.

“Di tengah cuaca ekstrem ini, kami akan tetap mengoptimalkan satgas biru untuk turun ke lapangan,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram H Mahmuddin Tura pada Lombok Post, kemarin (12/1).

Sambung Tura, selain mengoptimalkan puluhan satgas biru, PUPR juga telah melakukan normalisasi untuk meminimalisir genangan dan banjir. “Kita terus melakukan normalisasi di sejumlah saluran drainase maupun sungai. Seperti sungai Ancar dan Sungai Unus,” tuturnya.

Terkait dengan itu, Tura juga mengkhawatirkan intensitas hujan yang terjadi di hulu. Dimana, air kiriman dari hulu bisa sewaktu-waktu menjadi bom waktu di sejumlah sungai. Salah satunya Sungai Ancar. Seperti kejadian sebelumnya, wilayah Kekalik kembali dilanda banjir karena air kiriman dari hulu.

“Untuk sekarang memang kondisi Sungai Ancar masih normal. Tapi tetap saja sedimen yang ada di dalam sungai masih kami takutkan, karena air kiriman bisa saja tidak mengalir secara baik,” ujarnya. (cr-tea/r3)

Komentar

Komentar

Source link

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.