Bangkitkan MCC dari Mati Suri

Bangkitkan MCC dari Mati Suri
Posted by:

MATARAMMataram Craft Center (MCC) tidak boleh dibiarkan mangkrak. Satu dasawarsa bukan waktu yang pantas ditolelir untuk membiarkan aset itu tanpa hasil. Pemerintah Kota Mataram paling bertanggung jawab dengan mati surinya lokasi yang digadang-gadang jadi sentra mutiara tersebut. Mengingat dana pembangunan MCC itu sepenuhnya dari APBD Kota Mataram.

Lalu Martawang, Asisten I Setda Kota Mataram mengaku tidak akan membiarkan MCC mangkrak. “Kita menginginkan MCC dimaksimalkan sesuai fungsi dan peruntukannya,” katanya

Lahirnya MCC memang tidak lepas dari ide Martawang yang kala itu yang menjabat sebagai Kepala Bappeda Kota Mataram. Martawang mengetahui secara persis seperti apa tahapan mengemas MCC sebagai sentra kerajinan emas dan mutiara.

Ia juga dinilai tahu betul apa yang membuat MCC saat ini harus mengidap penyakit hingga sekian lama mati suri. Namun saat ditanya apakah ia termasuk yang setuju jika MCC tidak hanya untuk perdagangan tapi perkantoran, Martawang terliat galau.

“Masalahnya, menurut tata ruang di sana hanya untuk perdagangan,” cetusnya.

Ia merasa menjadikan MCC sebagai kawasan perkantoran, bukan langkah terbaik saat ini. Selain akan menguras energi guna mendorong perubahan perda dan perwal yang memayungi MCC, tentu juga patut dilihat apakah dari segi RTRW kawasan MCC layak dijadikan perkantoran.

“Saya rasa intinya begini, kita mendorong ide-ide kreatif untuk membangkitkan lagi MCC. Dengan catatan sesuai dengan peruntukan yang ada saat ini. Dan saya rasa tugas kita bersama memikirkan itu,” ujarnya.

Ide mengganti nama dan peruntukan MCC datang dari Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram Lalu Alwan Basri. Ia mengaku beberapa kali didatangi beberapa orang yang ingin menyewa lokasi itu.

“Tapi untuk perkantoran,” kata Alwan.

Namun Alwan menyadari rencana ini tidak mudah. Karena terbentur oleh aturan peruntukan MCC. Karena itu ia berencana mendorong agar ada perubahan aturan yang memungkinkan agar MCC bisa jadi kawasan perkantoran.

“Itu yang perlu kita bahas dulu,” cetusnya.

Sebelumnya, Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito pernah melempar wacana mengalihkan MCC di bawah pengelolaan Dinas Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Diskoperin UKM) Kota Mataram. Tapi wacana ini menguap dan tidak pernah ketauan ujungnya sejak dilemparkan wacananya Juli 2017 lalu.

Padahal Kepala Diskoperin UKM Kota Mataram Yance Hendra Dirra mengaku siap jika nantinya MCC diserahkan pada pihaknya. Mantan Kepala BPKAD ini yakin ide segarnya dapat membuat MCC bisa dihidupkan kembali. Ia punya beberapa rencana pengembangan, selain mendorong agar UKM-UKM binaan Diskoperin bisa memenuhi MCC yang saat ini lagi sunyi peminat.

“Kami ingin tetap menjadikan MCC itu sebagai pusat perdagangan mutiara dan emas,” ujarnya.

Yance yakin MCC masih seksi dan strategis dijadikan sebagai pusat pengelolaan emas dan mutiara. Saat ini lokasi itu sepi hanya karena sentuhan marketing-nya belum terlihat. Sehingga wisatawan hingga para pedagang mutiara ogah menempati kawasan itu.

“Thailand punya konsep bagus cara mereka mempromosikan hasil craft-nya,” ujarnya.

Konsep itu ingin ia tiru. Seperti menyiapkan hal yang membuat wistawan tertarik dengan terlebih dahulu memperkuat nuansa entertainment-nya. Saat wistawan datang ke MCC mereka langusung di sambut dengan ucapan selamat datang yang memanjakan wistawan.

“Semacam welcome drink,” tuturnya.

Usai itu para wistawan akan dibawa masuk ke ruangan theater mini. Di mana didalamnya ada sebuah tayangan berdurasi 5-7 menit untuk menjelaskan bagaimana proses pembudidayaan mutiara di Mataram.

“Filmnya yang menarik. Ada unsur musikalnya. Tidak hanya sekedar film dokumenter,” ujarnya.

Dengan begitu para wisatawan akan paham bagaimana kualitas terbaik mutiara yang beredar di Kota Mataram. Film itu diharapkan dapat melahirkan trust atau kepercayaan para wsatawan pada mutiara-mutiara di Kota Mataram.

“Lalu kita tambah lagi trust itu dengan memperlihatkan wisatawan, bagaimana mutiara dan emas diolah menjadi perhiasan. Jadi perajin langsung kita tempatkan di sana. Saya yakin dengan cara seperti ini MCC bisa lebih entertain, dan difavoritkan banyak wistawan,” yakinnya. (zad/r3)

Komentar

Komentar

Source link

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.