Bapenda Yakin Labuhan Haji Prospektif

Bapenda Yakin Labuhan Haji Prospektif

SELONG–Banyak pihak yang menyorot keberadaan Pelabuhan Labuhan Haji. Lantaran, keberadaan pelabuhan ini dinilai belum optimal menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Lotim. Sehingga, spekulasi mulai bermunculan untuk melanjutkan hingga mengalihkan anggaran untuk pengerukan kolam labuh Pelabuhan Labuhan Haji.

Namun demikian, dari data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lotim, Labuhan Haji ternyata sudah menyumbangkan kontribusi ratusan juta rupiah di semester pertama.

“Pendapatan dari Pelabuhan Labuhan Haji dari Januari hingga Juni lalu mencapai Rp 281 juta dari target 290 juta,” ungkap Kepala Bapenda Lotim M Salmun Rahman.

Sehingga, secara umum ia menilai keberadaan Pelabuhan Labuhan Haji sangat bermanfaat bagi masyarakat Lotim dan daerah. Selain menyumbang PAD, Labuhan Haji juga berdampak terhadap ekonomi kreatif di sekitarnya. Misalnya saja aktivitas bongkar muat di area pelabuhan memberikan peluang kerja bagi warga sekitar untuk menjadi buruh. Belum lagi kehadiran warung makan hingga toko di sekitar area Pelabuhan lebih hidup dengan operasional pelabuhan ini.

Sehingga, Pemkab Lotim beberapa tahun terakhir gencar untuk menganggarkan pengerukan kolam labuh Pelabuhan Labuhan Haji. Meskipun beberapa tahun gagal terlaksana. Tahun ini Pemkab Lotim menganggarkan kembali sekitar Rp 40 miliar untuk pengerukan. Inilah yang kemudian banyak menuai pro kontra. “PAD dari Labuhan Haji berpeluang melampaui target. Sehingga target PAD tahun ini kami targetkan ditambah kepada pihak UPP Labuhan Haji menjadi 350 juta. Dan mereka siap,” beber Salmun.

“Makanya kalau ditanya kembali mengenai Pelabuhan Labuhan Haji, saya pikir itu sangat prospektif untuk dilanjutkan,” sambungnya.

Mengingat manfaatnya tidak saja dirasakan untuk pendapatan daerah tetapi juga memberikan peluang usaha dan pekerjaan bagi masyarakat. Sejauh ini perusahaan yang banyak memanfaatkan Pelabuhan Labuhan Haji adalah mereka yang melakukan bongkar muat cangkang sawit hingga bongkar muat solar.

“Tapi untuk aktivitas bongkar muat solar itu sekarang sudah tidak ada lagi,” tutur Salmun.

Sebelumnya Ketua Komisi II DPRD Lotim Safrudin menyarankan kepada pihak ULP dan Dinas PU untuk tidak melanjutkan pengerukan kolam labuh. Ia meminta Pemkab Lotim menunggu kebijakan baru bupati terpilih yang sebentar lagi dilantik.

“Lebih baik alokasi anggaran sebesar Rp 38 miliar untuk pengerukan kolam labuh tersebut dialihkan di APBD Perubahan untuk infrastruktur jalan. Terutama kawasan selatan yang selama lima tahun ini kurang mendapat perhatian,” sarannya.

Sementara bupati terpilih HM Sukiman Azmy sebelumya memberi sinyal untuk tidak menganggarkan Pelabuhan Labuhan Haji. Menimbang, ia mengaku selama memimpin Lotim di periode 2008-2013 memang belum pernah menganggarkan untuk Pelabuhan Labuhan Haji. Karena itu dinilai kurang efektif. Akibat azas manfaat tidak sebanding dari pengeluaran yang dilakukan Pemkab Lotim. Sehingga, Sukiman berpeluang besar tidak menganggarkan Labuhan Haji untuk pengerukan saat memimpin Lotim lima tahun ke depan.

“Tapi nanti kita lihat dulu kemanfaatannya,” ucapnya kepada wartawan saat diwawancara di kediamannya. (ton/r2)

Komentar

Komentar

Source link

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.