Begini Kiprah Ifran Akhmad, Dokter Timnas U-19 Asal Bima | SUARANTB.com

Begini Kiprah Ifran Akhmad, Dokter Timnas U-19 Asal Bima | SUARANTB.com
Posted by:

Bima (Suara NTB) – Mata dunia saat ini tertuju pada perhelatan akbar sepak Bola dunia yang berlangsung di Rusia. Demam si kulit “bundar” ini juga terjadi di Indonesia, yang sedang menyelenggarakan piala Asean Football Federation (AFF) U-19) tahun 2018.

Dalam beberapa pertandingan AFF U-19, timnas tampil cemerlang dengan berhasil mencukur lawan-lawannya. Namun di balik kondisi fisik prima Timnas ada campur tangan warga Bima, NTB, yaitu Ifran Akhmad.

Pria kelahiran desa Rabakodo Kecamatan Woha Kabupaten Bima ini, dalam dua tahun terakhir ini menjadi tim medis utama dalam Timnas. Ia dipercaya membantu kepala pelatih utama Timnas Indonesia u-19, Indra Sjafri.

Sebelumnya, Ifran kuliah di Universitas Hanasuddin (UNHAS) Makassar Fakultas Kesehatan Masyarakat tahun 2006-2008. Hanya saja, karena keinginannya menjadi dokter Ia mengaku pindah ke Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar.
“Setelah kuliah saya menjadi dokter pendamping tim sepakbola UMI,” ujar Alumni SMAN 2 Kota Bima ini kepada Suara NTB.

Penggemar klub AS Roma Italia ini mengatakan saat menimba ilmu di Kota Makassar, setiap sore dan waktu luang kerap bermain sepakbola. Selain menyalurkan hobi, permainan sepakbola juga menjadi ajang silaturahmi baginya.

Pria kelahiran Bima, 18 Mei 1989 ini mengawali karirnya sebagai petugas medis sepak bola saat di Makassar. Saat itu, ia menjadi dokkter pendamping tim sepakbola UMI. Saat itu, kampusnya mengikuti liga Medika Universitas Indonesia 2016. “Setelah ajang itu, saya ditelepon sama orang PSSI atas rekomendasi dokter juga,” kata Ifran.

Saat ditelepon dan ditawari menjadi bagian dari tim medis Timnas U-19, Ifran mengaku sempat was-was. Karena sebelumnya, Ia mengaku belum pernah menangani atau mendampingi tim sepak bola professional manapun. “Namun karena dorongan sahabat dan orang tua saya akhirnya bergabung,” katanya.

Dikatakannya, debut pertama Asisten Dosen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran UMI ini sebagai dokter Timnas yakni dalam ajang piala AFF U-19 di kota Hanoi, Vietnam pada tahun 2016 silam. “Kemudian Toulus Tournament di Marseille, Prancis, Piala AFF U-19 2017, Myanmar, AFC QUALIFIERS 2017, Korsel dan sekarang di ajang AFF U-19 2018, Sidoarjo,” sebutnya.

Meski karirnya mengalami lompatan di tingkat nasional, ia mengaku tetap mengikuti perkembangan sepakbola di NTB khususnya di Bima. Bahkan Ia mengaku iri dengan perkembangan sepakbola daerah lain di Indonesia.

“Kesedihan saya ketika ditanya oleh sesama ofisial Timnas. Tapi saya berharap NTB khususnya Bima bisa muncul bibit baru untuk membela timnas kedepannya. Yang akan membawa harum nama Indonesia sampai ke level dunia,” pungkasnya (uki)

Source link

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.