Caleg Masih Cuekin KPU

Caleg Masih Cuekin KPU

GIRI MENANG-Hingga hari kesembilan pendaftaran bakal calon legislatif (caleg), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lobar masih sepi. Belum ada satu pun partai politik (parpol) yang mendaftarkan bakal calegnya.

“Belum, belum ada yang daftar,” ungkap Divisi Hukum KPU Lobar Suhardi, kemarin (12/7).

KPU Lobar telah membuka pendaftaran bakal caleg DPRD Lobar untuk Pileg 2019, sejak Rabu (4/7). Meski masih dicuekin para caleg, semua komisioner KPU tetap stand by.

Suhardi berharap, waktu tersisa (sebelum tanggal 17 Juli) ini harus dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh parpol. Untuk mendaftarkan kader-kadernya sebagai calon perwakilan rakyat, yang akan menduduki kursi legislatif.

Diakui, KPU belum tahu pasti mengapa para calon wakil rakyat belum mendaftarkan diri sampai hari kesembilan ini. Ia berharap, jangan sampai mendaftar pada hari-hari menjelang akhir. Sebab akan ada kerugian bagi caleg, kalau ada persyaratan yang kurang pada hari akhir pendaftaran.

“KPU juga sudah siapkan nomor antrean, kalau hari terakhir terjadi penumpukan pendaftaran,” tambah Suhardi.

Pada pendaftaran bakal caleg ini, parpol menggunakan Sistem Informasi Pencalonan (Silon). Untuk mengentri danm mengupload seluruh dokumen caleg yang didaftarkan. Selanjutnya, parpol melakukan pendaftaran ke kantor KPU. Sekaligus menyerahkan hard copy dokumen yang telah diupload tersebut.

“Dengan Silon ini mencegah bakal caleg ganda. Serta memudahkan penyelenggara, parpol, dan masyarakat untuk mengecek data atau riwayat bakal caleg yang didaftarkan,” papar Suhardi.

Setelah proses pendaftaran selesai, KPU akan melakukan verifikasi administrasi pada Kamis (19/7) hingga Sabtu (21/7). Hasil verifikasi akan disampaikan kepada setiap parpol.

Bagi yang memiliki kekurangan persyaratan, diberi kesempatan untuk melakukan perbaikan mulai tanggal 22-31 Juli. Termasuk pengajuan bakal caleg pengganti.

Sebelum mendaftar, ada beberapa persyaratan yang wajib dipenuhi untuk dapat menjadi caleg. Antara lain, persyaratan normatif, yakni memiliki usia minimal 21 tahun, berijazah SMA sederajat, menjadi anggota parpol dibuktikan dengan kartu anggota, serta surat keterangan pengadilan bahwa tidak pernah dipidanan dengan hukuman lima tahun atau lebih.

Dan yang dipedomani bakal caleg yaitu harus memenuhi syarat pendaftaran yang ditetapkan KPU. Yakni, tidak pernah menjadi narapidana korupsi, sesuai PKPU 20 tahun 2018 pasal 7, huruf H.

“Jelas mantan terpidana bandar narkoba, kejahatan seksual pada anak, atau korupsi haram mencalonkan atau dicalonkan,” tukasnya. (ewi/r5)

Komentar

Komentar

Source link

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.