Dapat Tiga Dokter WKDS, Direktur RSUD Dompu Berharap Dukungan Warga | SUARANTB.com

Dapat Tiga Dokter WKDS, Direktur RSUD Dompu Berharap Dukungan Warga | SUARANTB.com

Dompu (Suara NTB) – Rumah sakit umum daerah (RSUD) Dompu kembali mendapat jatah 3 orang dokter spesialis yang diperbantukan oleh Kementrian Kesehatan untuk berpraktik selama 1 tahun. Warga pun diminta untuk ikut mendukung dengan memberi rasa aman dan nyaman, sehingga ada kesan yang baik bagi Dompu ketika dokter tidak lagi berpraktik di Dompu.

Direktur RSUD Dompu, dr H Syafruddin kepada Suara NTB, Selasa, 10 Juli 2018 mengungkapkan, apresiasinya atas kehadiran 3 orang dokter spesialis dari program WKDS Kementrian Kesehatan RI. Ketiga dokter ini yaitu spesialis bedah, spesialis penyakit dalam, dan spesialis anastesi.

“Kalau selama ini dokter spesialis penyakit dalam dan spesialis bedah hanya masih – masing satu, sekarang ada tambahan satu. Jadi akan cukup membantu bagi kita. Apalagi ada dokter anastesi, karena selama ini kita belum punya dokter tetapnya,” katanya.

Ketiga dokter WKDS dari Kementrian Kesehatan ini, kata dr H Syafruddin mulai aktif bekerja sejak 1 Juli 2018 dan akan bekerja selama 1 tahun. Bagi dokter spesialis ini akan disiapkan fasilitas rumah dinas, mobil dinas dan tunjangan daerah.

“Selengkap apapun fasilitas yang kita berikan, ketika tidak ada rasa aman, saat pulang mereka akan ceritakan ke rekan – rekannya. Jadi nanti, tidak ada teman – temannya yang mau datang lagi (praktik di Dompu),” jelasnya.

Ia mengungkapkan, beberapa waktu lalu dokter WKDS yang praktik di RSUD Dompu disiapkan rumah dinas di Dorotangga Dompu. Saat itu ada keributan antar kampung hingga ramai di Dorotangga yang membuat para dokter merasa tidak nyaman.

“Kasus ini tidak ada kaitannya dengan layanan di rumah sakit, tapi begitu pentingnya rasa aman dan dapat membentuk image yang kurang baik bagi daerah. Kondisi Dompu yang sudah aman ini, kita berharap bisa terus dijaga bersama,” terangnya.

 

dr H Syafruddin, direktur RSUD Dompu.

Terkait dengan tunggakan jasa klaim program Jakkad tahun 2016 – 2017 sebesar Rp13 M lebih, dr H Syafruddin mengaku, sudah disetujui Bupati, DPRD dan Sekda untuk menyelesaikan secara bertahap. Untuk tahap awal akan dibayarkan Rp.4 M. Dari anggaran ini, akan diselesaikan beberapa komponen seperti jasa medis dan para medis, biaya makan minum pasien, dan lain – lain. “Sekarang kita sedang uruskan,” katanya.

Bagi dr H Syafruddin, dokter spesialis, dokter umum, perawat, bidan, tenaga medis dan lainnya yang bekerja di RSUD Dompu sebagai sebuah tim yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain karena sama – sama pentingnya. Sehingga semua urusannya harus diperhatikan, agar pelayanan yang diberikan bisa maksimal.

“Kalau jasa medis tidak dibayarkan secara teratur, sebesar apapun tunjangan daerah bagi dokter, mereka juga tidak akan tenang bekerja,” ungkapnya.

Syafruddin juga mengungkapkan komitmen pihaknya untuk memberikan pelayanan maksimal bagi setiap pasien yang berkunjung ke RSUD Dompu. September 2018 mendatang pihaknya akan memulai mengirim 1 tim dokter spesialis, dokter umum, perawat untuk dioperasionalkan alat cuci darah.

“Sehingga tahun 2019 akan datang alat cuci darahnya sudah bisa dioperasikan,” katanya.

Terhadap alat CT Scan, H Syafruddin mengatakan, dalam perencanaan program DAK tahun 2019 sudah diajukan dan disetujui untuk pembelian alat CT Scan. Dr Hj Nurhayati yang sedang menyelesaikan study untuk spesialis radiologi, juga sedang menyelesaikan tugas sebagai dokter WKDS di daerah lain.

“Enam bulan lagi selesai. Kita tetap membangun komunikasi. Setelah WKDS-nya selesai, di tahun 2019 kita sudah bisa operasikan CT Scan,” terangnya. (ula/*)

Source link

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.