Diduga Pedofil, Bule Italia Ditetapkan Tersangka | SUARANTB.com

Diduga Pedofil, Bule Italia Ditetapkan Tersangka | SUARANTB.com

Mataram (suarantb.com) – Warga negara Italia, Bruno Gallo (70) ditetapkan sebagai tersangka dugaan pencabulan anak. Penyidik meyakini dua alat bukti yang ditemukan cukup untuk menjerat pelaku pedofilia itu. Ditetapkannya pelaku sebagai tersangka, Polda NTB berkoordinasi langsung dengan Konsulat Kehormatan Italia.

Polda NTB melengkapi pemeriksaan korban dugaan pencabulan anak TKP Selagalas, Cakranegara. Setelah gelar perkara usai pemeriksaan, terduga pelaku ditetapkan sebagai tersangka, Jumat, 3 Maret 2017. Tersangka juga sudah mengakui perbuatannya di depan penyidik.

Dirreskrimum Polda NTB, Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan, saat ini ada enam anak yang menjadi korban dari pelaku. Selain itu, terungkap pula adanya upaya pemaksaan terhadap para korbannya.

“Korbannya enam orang anak di bawah umur. Dari pemeriksaan sejumlah korban itu, terungkap adanya upaya pemaksaan yang dilakukan tersangka terhadap korban-korbannya,”  ujarnya ditemui di Mapolda NTB, Jumat 3 Maret 2017.

Pelaku mengimingi para korbannya dengan sejumlah uang apabila korban menuruti nafsunya untuk melakukan perbuatan cabul. Adapun barang bukti yang diamankan penyidik antara lain, laptop, gawai, dan telepon genggam tersangka dan beberapa foto yang terpampang di dinding rumah tersangka di kawasan perumahan Griya Permata Kota, Selagalas, Cakranegara.

“Ada beberapa petunjuk di kontrakan tersangka,” lanjutnya.

Selain keterangan dari pelaku dan barang bukti yang ditemukan, pihaknya juga mendalami kesaksian dari pihak LPA NTB yang menyebut tersangka sudah berada di Lombok selama 20 tahun. Durasi waktu itu memungkinkan tersangka memiliki korban lebih dari yang terungkap saat ini.

Usai ditangkap, kondisi pelaku menurun sehingga pihaknya akan memeriksa kesehatannya di RS Bhayangkara Mataram untuk memastikan proses hukum selanjutnya berjalan lancar. Terkait surat perintah penangkapan dan penahanan, Polda NTB langsung berkoordinasi dengan Konsulat Kehormatan Italia yang berkedudukan di Denpasar, Bali dan Jakarta.

“Sudah kita sampaikan juga ke Donna Vinesa di Jakarta,” ungkapnya.

Pelaku yang mantan koki internasional itu disangkakan pasal pasal 76 juncto pasal 81 UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 dengan ancaman pidana penjara minimal 5 tahun dan paling lama 15 tahun serta denda paling banyak Rp 5 miliar. (dea)

BACA BERITA LAINNYA :

Source link

Recent search terms:

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.