Ekspor Gerabah tak “Bergairah” | SUARANTB.com

Ekspor Gerabah tak “Bergairah” | SUARANTB.com

Ekspor Gerabah tak “Bergairah”Ekspor Gerabah tak “Bergairah”

Ilustrasi Gerabah Lombok (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Berbagai strategi dilakukan untuk menggenjot penjualan gerabah. Pemerintah cukup berambisi mengulang sejarah jayanya pasar gerabah, sebelum peristiwa bom Bali 2005… Ekspor Gerabah tak “Bergairah”

Mataram (Suara NTB) – Berbagai strategi dilakukan untuk menggenjot penjualan gerabah. Pemerintah cukup berambisi mengulang sejarah jayanya pasar gerabah, sebelum peristiwa bom Bali 2005 silam. Bom bali menjadi pukulan telak bagi dunia pawisata nasional.

‘);
}());

Ia membekas, bahkan hingga kini dampaknya masih dirasakan. Gerabah salah satu kerajinan yang paling terpukul.

Langkah-langkah strategis yang dilakukan oleh pemerintah, melalui dinas perindustrian, maupun dinas koperasi dan dinas perdagangan, nampaknya harus lebih kreatif. Agar catatan ekspor dari produk non tambang ini bisa terdongkrak di atas kertas.

Dinas Perdagangan Provinsi NTB mencatat nilai ekspor kerajinan gerabah pada 2017 mencapai 44.185 dolar AS atau turun 26 persen dibandingkan tahun sebelumnya senilai 59.711 dolar AS.
Keterangan Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, melalui Rahmat Wira Putra di Bidang Perdagangan Luar Negeri, penurunan nilai ekspor tersebut disebabkan permintaan dari pembeli luar negeri sedikit melemah. Pelemahan permintaan terlihat dari volume permintaan sebanyak 13,2 ton atau berkurang 3,31 persen dibandingkan tahun 2016 sebanyak 13,66 ton.
Negara tujuan ekspor gerabah NTB pada 2017 adalah Italia senilai 22.179 dolar AS,  Amerika Serikat 8.285 dolar, Australia senilai 7.270 dolar, dan Kanada 6.449 dolar. Seluruh gerabah yang diekspor merupakan hasil produksi PT Lombok Pottery. Perusahaan tersebut memiliki jaringan bisnis dengan sesama pengusaha kerajinan di sejumlah negara.
Data ekspor diidentifikasi dari keterangan Surat Keterangan Asal (SKA) yang diajukan oleh perusahaan tersebut. Nilai ekspor gerabah NTB sebenarnya lebih besar. Pasalnya, ada beberapa pengusaha kerajinan yang mengirim melalui eksportir di Bali, dengan pola kemitraan.

Wira mengatakan agar salah satu kerajinan yang pernah jaya di era 1980-2000 tersebut tetap eksis, pemerintah perlu terus memberikan pembinaan kepada para perajin. Pembinaan juga dikoordinasikan dengan pemerintah kabupaten yang memiliki sentra kerajinan gerabah, seperti Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Lombok Timur.

Sebelumnya, Sekretaris Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Bambang Sugeng menyebut Kementerian Perindustrian mengucurkan dana segar Rp 1,3 miliar tahun 2018 ini, khusus untuk menguatkan industri gerabah NTB. Harapannya, kerajinan ini akan menggeliat kembali.

Lombok Pottery Center di Lombok Tengah sebagai salah satu perusahaan industri gerabah yang akan mendapat jatah alokasi DAK ini. Ia akan diberikan bantuan dalam bentuk peratalan produksi. Lombok Pottery Center cukup eksis.

Gerabah yang dihasilkannya telah memenuhi standar internasional. Bahkan untuk tingkat rembes air diukur dan dilakukan uji sebelum pembakaran. Gerabah yang dihasilkan telah lulus uji di Balai Besar Keramik Bandung.

Dukungan yang diberikan pemerintah ini dalam rangka peningkatan kualitas dan mutu produk, agar mampu bersaing dengan produk-produk luar negeri. Bambang mengatakan, selain eksistensinya, Lombok Pottery Center juga dipilih karena berada di lokasi yang menjadi akses utama menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. (bul)

Source link

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.