Gerbang Dibangun dengan Sejumlah Syarat

Gerbang Dibangun dengan Sejumlah Syarat
Posted by:

MATARAM-Selesainya proyek gerbang Kota Mataram di jalan bypass BIL butuh waktu lama. Hingga kemarin berkas lelang belum masuk di Bagian Layanan Pengadaan (Balap) Kota Mataram. Sebelumnya proyek ini juga sempat terkendala dalam penyusunan administrasinya karena belum mendapat izin dari Balai Jalan Nasional.

“Kita sudah koordinasi dengan Balai Jalan Nasional, hasilnya boleh dibangun dengan beberapa syarat,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram H Mahmuddin Tura.

Syarat itu antara lain, pemerintah daerah tidak boleh membangun tiang kolom gerbang di badan jalan. Begitu juga di sayap jalan. Namun untuk kokohnya konstruksi gerbang, diizinkan membangun tiang kolom gerbang di tengah. Persisnya dengan mengambil taman yang ada di tengah. “Ya kecuali tengah dan luar boleh,” terangnya.

Karena itu, sudah ada penyesuaian rencana kerja sesuai dengan permintaan BJN. Sehingga Tura berharap, setelah itu rencana kerja bisa dilanjutkan ke proses lelang.

Proyek gerbang kota ini menelan anggaran Rp 6 miliar. Gerbang mewah ini diharapkan dapat menjadi etalase megah tentang kemajuan pembangunan di Kota Mataram. Bentuk dan ornamennya mencitrakan kearifan lokal dan heterogenitas masyarakat Kota Mataram.

“Tinggi tiang gawangnya mencapai 6 meter. Jika termasuk bagian-bagian secara keseluruhan mencapai 12 meter,” Jelasnya.

Sementara bentangannya diperkirakan sampai 35 meter. Mencakup semua lajur di jalan bypass BIL.

Untuk mendukung proyek gerbang mewah ini, Pemkot Mataram sebelumya juga sudah membebaskan lahan sekitar 70 meter persegi, di sisi sebelah kiri dan kanan jalan.

Tidak hanya proyek gerbang yang masih belum ditender. Proyek mewah lainnya yakni pembangunan Monumen Mataram Metro pun belum bisa dikerjakan sampai saat ini. Dinas PUPR masih berkutat pada persoalan administrasi yang tak kunjung beres.

“Kalau untuk monumen kita siapkan anggaran tahun ini Rp 1,5 miliar,” terang Tura.

Pengerjaan diprioritaskan untuk struktur kolom monumen. Untuk proyek gerbang dan monumen ini Tura menargetkan awal Agustus bisa mulai dilakukan kontrak dengan pelaksana.

Sementara itu Kepala Bagian Balap Kota Mataram M Suryadi mengatakan, dirinya sebenarnya sudah berupaya rutin menyurati dinas-dinas  yang belum menyetorkan berkas proyek lelangnya. Tapi rupanya ada beberapa persoalan teknis yang membuat dinas terkait sulit merespon cepat permintaannya.

“Iya (berpengaruh terhadap serapan anggaran). Sudah kita sikapi juga dengan menyurati seperti biasa,” kata Suryadi.

Termasuk di antaranya proyek gerbang dan monumen yang saat ini belum juga dilelang. Hal ini karena berkas lelang semuanya masih di dinas terkait. “Masih di PUPR,” jawab ia singkat. (zad/r3)

Komentar

Komentar

Source link

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.