Gerebek Judi, Polisi Dapatkan Sabu

Gerebek Judi, Polisi Dapatkan Sabu

MATARAM-Dua terduga pengguna dan pengedar narkotika jenis sabu, Jae dan Her, ditangkap polisi. Keduanya tertangkap di Lingkungan Pejeruk, Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, akhir pekan kemarin.

Menurut keterangan polisi, penggerebekan di TKP, yang merupakan kediaman Jae, berawal dari informasi masyarakat. Bukan terkait dengan narkotika, tetapi adanya dugaan rumah tersebut kerap dijadikan sebagai tempat berjudi.

Menindaklanjuti info tersebut, sekitar pukul 22.00 Wita, Jumat (9/3), tim bergerak menuju lokasi. Beberapa saat melakukan pengintaian, mereka melihat aktivitas sejumlah orang di dalam rumah.

Baca Juga :

Setengah jam mengintai, petugas memutuskan untuk melakukan penggerebekan. Tetapi, polisi tidak menemukan adanya perjudian. Mereka malah mendapati dua orang yang diduga telah memakai narkoba.

“Informasi awalnya memang judi, tapi setelah kita gerebek, didapati narkoba,” kata Kapolres Mataram AKBP Muhammad, kemarin (12/3).

Setelah penggerebekan, kata Muhammad, petugas melakukan penggeledahan kamar pelaku. Dari sana ditemukan delapan poket berisi kristal bening diduga sabu dengan berat total 3,49 gram. Selain itu, ada juga dua alat hisap sabu berupa bong, silinder kaca berisi sisa sabu, kompor sabu, dan uang sejumlah Rp 235 ribu.

Petugas juga melakukan pemeriksaan urine terhap pelaku. Hasilnya, urine kedua pelaku positif mengandung zat narkotika. Dari sejumlah bukti, Jae yang merupakan residivis curat dan Her, akhirnya digelandang menuju Mapolres Mataram.

“Dua-duanya positif narkoba. Sementara sabunya, diakui sebagai milik Jae,” tandas Kapolres.

Jae dan Her yang kini ditahan di sel tahanan Polres Mataram dijerat dengan Pasal 112 ayat 1, Pasal 127 ayat 1, dan Pasal 132 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Hukuman penjaranya paling lama 12 tahun penjara.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Source link

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.