Imam Safwan, Seniman Serba Bisa dari Lombok Utara (1)

Imam Safwan, Seniman Serba Bisa dari Lombok Utara (1)

Banyak yang mengatakan seorang pegawai negeri tersandung oleh waktu di depan meja kerja. Akibatnya tak banyak kreativitas yang bisa dihasilkan. Tapi tidak bagi Imam Safwan. Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Tanjung ini buktinya bisa membuat segudang karya seni. Meski terbentur setumpuk pekerjaan di kantornya, puisi, film, sampai lagu telah jadi di tangan seninya

Fatih Kudus Jaelani, Tanjung

======================

Cut…!!!  Imam Safwan berteriak dari belakang kameramen. Teriakan itu lantang. Komando sang sutradara menandakan pengambilan gambar atau syuting film telah berakhir. Suara tepuk tangan segera terdengar dari semua pemain dan kru filmFilm yang sedang digarap oleh Imam bersama Pratama Picture itu berjudul Masih Ada Mimpi. “Film ini akan menjadi film ke lima yang sudah saya sutradarai,” kata Imam kepada Lombok Post.Proses pembuatan film tersebut dilakukan pada tanggal merah. Imam yang saat ini menjabat sebagai Kasubag Protokoler Sekretaris Daerah Lombok Utara tentu tak ingin membuat pekerjaan di dunia kreatifnya jadi pengganggu. Begitu juga sebaliknya, ia juga tak ingin pekerjaan tetap sebagai ASN membunuh jiwa seninya.

Bagaimanapun, kesenian sudah tumbuh subur dalam kehidupannya jauh sebelum seragam pegawai negeri menempel di tubuhnya. Alumnus Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mataram tersebut pertama kali menggeluti kesenian di Teater Putih Unram.Ilmu dan pengalaman yang ia dapatkan di sana terus berkembang dari waktu ke waktu. Kalau berapa kali ia bermain dan menyutradai sebuah pertunjukan teater, jangan dihitung. Karena bisa dikatakan namanya sudah melegenda di Teater Putih.

Belakangan, saat berkarir sebagai guru negeri, karya-karya seni lain terus bermunculan dari tangan kreatifnya. Dari sana ia juga begitu sering diminta menjadi pemateri di berbagai pelatihan teater, juga juri di perlombaan teater. Tapi jangan berhenti membaca profilnya sebagai orang teater, apalagi balik badan begitu mengetahuinya menjadi pegawai negeri.Sembari aktif di dunia teater, bapak tiga anak ini juga aktif menulis puisi. Puisinya termuat di berbagai surat kabar lokal dan nasional. Puisi-puisi itu juga masuk dalam puluhan buku bunga rampai, sampai kumpulan buku puisinya sendiri.“Selain teater dan puisi, saya juga membuat sketsa, merawat tanaman bonsai, dan menulis dan menyutradai beberapa naskah film,” kata Imam

Imam yang memiliki hobi memancing ikan di laut ini sering disebut sebagai manusia superaktif  dan serba bisa. Tak hanya oleh teman-teman senimannya, akan tetapi oleh teman-temannya sesama ASN.Lantas bagaimana ia membagi waktu antara pekerjaan di balik meja kantor dengan kreativitas tanpa batas tersebut? Mendapat pertanyaan seperti itu, Imam menjawab cepat dan sederhana. Ia mengatakan kesenian adalah jiwanya.“Jadi di manapun saya berada, jiwa kreatif saya juga akan hidup di sana. Seni itu tak terbatas oleh ruang dan waktu,” tandas Imam. (bersambung/r7)

Komentar

Komentar

Source link

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.