Kasus Pencurian Masih Jadi Momok di Lotim | SUARANTB.com

Kasus Pencurian Masih Jadi Momok di Lotim | SUARANTB.com

Kasus Pencurian Masih Jadi Momok di LotimKasus Pencurian Masih Jadi Momok di Lotim

JUMPA PERS – Kapolres Lotim, M. Eka Fathurrahman, didampingi Kasat Reskrim Polres Lotim, Joko Tamtomo, menggelar jumpa pers di Mapolres Lotim terkait pengungkapan kasus 3C dalam Operasi Jaran Gatarin 2018, Rabu, 7 Februari 2018. (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Kasus pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) (3C) di Kabupaten Lombok Timur (Lotim)… Kasus Pencurian Masih Jadi Momok di Lotim

Selong (Suara NTB) – Kasus pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) (3C) di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) masih menjadi momok yang cukup meresahkan masyarakat. Lebih ironis lagi, banyak pelaku tindak kriminalitas masih berstatus pelajar atau di bawah umur.

‘);
}());

Seperti dalam pengungkapan kasus 3C dalam Operasi Gatarin yang digelar Polres Lotim, para pelaku 3C ada di antaranya berstatus pelajar. Terkait para pelaku yang masih berstatus anak-anak yang terlibat dalam tindak pidana. Aparat kepolisian sudah berkoordinasi dengan Bapas dan LPA. “Tetap dilakukan proses hukum, sebagaimana UU Perlindungan anak sudah ada tindakan-tindakan. Untuk pelaku dewasa, ada yang masih ditahan di Polsek dan di Polres, termasuk barang bukti,” jelas Kapolres Lotim, AKBP. M. Eka Fathurrahman, SH, SIK, Rabu, 7 Februari 2018.

Menurut kapolres, Operasi Jaran Gatarin yang dilaksanakan selama 14 hari dimulai dari tanggal 23 Januari hingga 5 Februari 2018 itu. Jumlah kasus yang diungkap sebanyak 32 kasus, 6 kasus curas, 20 kasus curat dan 6 kasus curanmor dari 42 laporan polisi.

Dari pengungkapan itu, jumlah tersangka sebanyak 48, yang terdiri dari pelaku dewasa 30 kasus dan pelaku dewasa 18 kasus. Adapun barang bukti yang diamankan, di antaranya 23 kendaraan roda dua, 50 handphone, dua buah televisi. Selain itu, turut juga diamankan sebanyak 21 senjata tajam, tiga buah laptop dan sejumlah barang bukti lainnya dengan jumlah total 118 barang bukti.

Kapolres menegaskan, upaya pemberantasan dan pengungkapan kasus 3C akan terus dilakukan, meski Operasi Jaran Gatarin yang secara serentak dilaksanakan seluruh Indonesia sudah berhenti. Langkah itu untuk mewujudkan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat di dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari. Terkair kasus tersebut, dijelaskan bahwa proses hukum terhadap para tersangka masih dilakukan oleh Satreskrim Polres Lotim bersama unit Reskrim Polres jajaran. “Upaya preventif dan edukatif terus kit lakukan,” ujarnya.

Sementara, Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar pada Dinas Dikbud Lotim, Muhir, S.Pd sangat menyayangkan adanya siswa dan anak di bawah umur yang terlibat kasus kriminalitas. Namun hingga saat ini, Dinas Dikbud belum menerima laporan resmi adanya pelajar khususnya jenjang SD/SMP yang terlibat kriminalitas. “Belum ada laporan yang masuk. Jika ada, maka kita minta pihak sekolah melaporkannya ke kami,” pintanya. (yon)

Source link

Recent search terms:

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.