Kebiasaan ‘’Ngaret’’ Anggota DPRD Sulit Diubah | SUARANTB.com

Kebiasaan ‘’Ngaret’’ Anggota DPRD Sulit Diubah | SUARANTB.com

Giri Menang (Suara NTB) – Kebiasaan buruk anggota DPRD Lombok Barat (Lobar) selalu ngaret atau molor dalam menghadiri rapat paripurna, sepertinya sulit diubah. Meski mendapatkan kritikan dari rakyat, seolah tak mempan bagi para wakil rakyat. Pasalnya sidang tiga kali rapat parpurna yang digelar, anggota dewan selalu hadir molor dari jadwal. Bahkan molornya hingga 3-4 jam dari agenda. Seperti rapat paripurna jawaban kepala daerah atas pandangan umum fraksi-fraksi tentang Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) APBD 2017.

Pantauan koran ini, sesuai jadwal paripurna seharusnya digelar pukul 09.00 Wita. Namun hingga pukul 11.00 Wita, para anggota yang datang belum kuorum karena yang hadir baru 10 orang. Sedangkan untuk kuorum butuh kehadiran 23 orang. Para tamu yang hadir dari kalangan aparat, eksekutif pun menunggu di dalam ruang sidang. Mereka yang sudah bosan menunggu terpaksa keluar ruangan mencari angin. Hingga pukul 12 siang barulah kehadiran dewan kuorum, sehingga sidang dimulai. Sidang dipimpin Wakil Ketua II DPRD Lobar H. Nursaid, dari pihak eksekutif hadir Asisten III Setda Lobar Dr. H. Fathurrahim.

Buruknya kedisplinan dewan ini kata para tamu yang hadir setiap sidang paripurna seolah menjadi kebiasaan. Seperti disampaikan salah seorang tamu undangan dari kalangan aparat, bahwa kondisi ini menyebabkan atasannya enggan ikut hadiri sidang paripurna. “Karena selalu molor begini, jadinya atasan kami mengeluh. Datang jam 09.00 WIta, mulai pukul 11 bahkan 12 siang, memang kita ndak ada kerjaan lain apa?,” keluh salah seorang tamu tersebut.

Kalangan eksekutif juga mengeluhkan molornya sidang paripurna akibat anggota DPRD yang datang terlambat. Kondisi ini pun diangggap hal biasa, karena hampir tiap kali sidang pasti molor. Pihak eksekutif pun berharap agar ada perubahan sedikit dari sisi kedisplinan.

Menanggapi keluhan para tamu ini, kalangan dewan seperti Hj Nur Hidayah tak menampik jika kalangan dewan belum disiplin masuk menghadiri sidang paripurna. Ia sendiri menyayangkan kondisi ini,”saya ndak tahu apa sebabnya,” jawabnya pendek.

Hal senada disampaikan dewan Hj Nurul Adha, ia menyadari dari sisi disiplin perlu ditingkatkan. Namun anggota sulit dikontrol sebab mereka berbeda-berbeda parpol.

Sementara Ketua Badan Kehormatan DPRD Lobar H. Ruslan menegaskan pihaknya sudah mengambil langkah mengatasi masalah disiplin anggota dengan bersurat langsung ke parpol masiing-masing. “kita minta agar diberikan pengertian kedisiplinan,”jelas Ruslan. (her)

Source link

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.