Kelebihan Muatan, Kapal Pengangkut Material Tenggelam

Kelebihan Muatan, Kapal Pengangkut Material Tenggelam

TANJUNG-Kapal Putra Kecinan yang mengangkut material berupa pasir, tenggelam di perairan tiga gili sekitar pukul 12.30 Wita, kemarin (12/7). Tiga orang berhasil selamat dari peristiwa ini setelah ditolong kapal lain yang melintas. Sementara satu orang dinyatakan hilang.

 Pantauan koran ini, hingga pukul 17.00 Wita, pencarian satu korban hilang masih dilakukan tim gabungan. Terdiri dari Polair Polda NTB, Polres Lombok Utara, Basarnas, warga, dan nelayan sekitar. Kapolres Lombok Utara AKBP Afriadi Lesmana terlihat ikut dalam pencarian tersebut didampingi Wakapolres dan Kepala Desa Malaka Akmaludin Ichwan.

 Kepala Desa Malaka Akmaludin Ichwan menjelaskan, kapal yang tenggelam tersebut mengangkut material dari Mentigi ke Gili Air. Di atas kapal tersebut ada dua orang kru dan dua orang penumpang. ”Tiga orang yang sudah di rumah masing-masing. Dua orang kru kapal ini warga Dusun Mentigi. Satu orang yang hilang ini penumpang,” katanya.

Ditambahkan Ichwan, kapal tersebut tenggelam sekitar dua mil dari daratan. Saat ini pencarian masih dilakukan oleh beberapa nelayan dan warga yang biasa menyelam. ”Kita libatkan penyelam tradisional untuk pencarian. Tadi kita juga sudah koordinasi dengan Tim SAR,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolres Lombok Utara AKBP Afriadi Lesmana mengungkapkan, kapal tersebut mengangkut pasir sebanyak empat dam truk. Setelah 15 menit perjalanan, satu dari dua mesin kapal tersebut mati. Dalam kondisi satu mesin mati tersebut, air mulai memasuki kapal karena kapal kelebihan muatan.

 ”Kapten kapal dan ABK sempat membuang sebagian muatan tapi itu tidak berhasil karena air sudah banyak yang masuk ke dalam kapal sehingga kapal miring,” ungkapnya.

Ditambahkan Afriadi, karena kapal sudah miring, empat orang yang ada di atas kapal memutuskan melompat ke laut. Tetapi satu orang penumpang tertinggal dan tenggelam. ”Satu orang ini yang masih dicari tim gabungan di lokasi tenggelamnya kapal dan sekitarnya,” katanya.

Afriadi menjelaskan, korban yang berhasil selamat antara lain kapten kapal Pauzan, 22 tahun warga Dusun Mentigi, Desa Malaka; ABK Suparman, 28 tahun warga Dusun Mentigi, Desa Malaka, dan Reza NursafiI, 28 tahun asal Malang yang kini tinggal di Tembobor, Desa Medana. Sementara korban yang masih hilang adalah Zaenudin, 50 tahun warga Dusun Tembobor, Desa Medana.

”Pencarian masih dilakukan lima orang penyelam. Meskipun cuaca dan gelombang kondisinya normal, tapi arus laut cukup keras sehingga menyulitkan pencarian,” pungkasnya. (puj/r7)

Komentar

Komentar

Source link

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.