Masyarakat Diminta Awasi Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Komisioner KPID | SUARANTB.com

Masyarakat Diminta Awasi Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Komisioner KPID | SUARANTB.com

Masyarakat Diminta Awasi Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Komisioner KPIDMasyarakat Diminta Awasi Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Komisioner KPID

Ketua Timsel, uji kepatutan dan kelayakan calon komisioner KPID NTB, H. Moh. Rais Ishak, dan anggota Timsel bersama tim ahli, mencecar salah satu calon. (Suara NTB/ndi)

Mataram (Suara NTB) – Setelah sempat molor cukup lama, Komisi I DPRD NTB akhirnya menggelar uji kepatutan dan kelayakan 14 calon anggota komisioner Komisi… Masyarakat Diminta Awasi Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Komisioner KPID

Mataram (Suara NTB) – Setelah sempat molor cukup lama, Komisi I DPRD NTB akhirnya menggelar uji kepatutan dan kelayakan 14 calon anggota komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi NTB. Uji kepatutan dan kelayakan dilaksanakan selama tiga hari, sejak Senin, 12 Maret sampai Rabu, 14 Maret 2018.

‘);
}());

Calon komisioner KPID NTB secara bergiliran mendapatkan berbagai pertanyaan tajam, seputar isu-isu penyiaran dari tim seleksi Komisi I. Uji kepatutan dan kelayakan dipimpin langsung oleh Ketua Tim Seleksi, H. Moh. Rais Ishak, SH, Wakil Ketua, H. Makmun, SH, MKn, Sekretaris, Lalu Wirajaya, SH dan anggota komisi I lainnya.

Dalam pelaksanaan Uji kelayakan dan kepatutan, tim seleksi dibantu oleh tiga tim ahli untuk memberikan penilaian terhadap jawaban-jawaban yang disampaikan oleh calon komisioner KPID NTB. Tim ahli tersebut adalah, Penanggungjawab Harian Suara NTB, H. Agus Talino, Akdemisi Fakultas Hukum Unram, Prof. H. Galang Asmara, SH, MH, dan ahli psikologi, Kompol, I Nyoman Wibawa, M.Psi.

“Dalam seleksi ini, tim seleksi didampingi oleh tim ahli, yang akan melakukan penilaian atas jawaban para calon. Tujuannya supaya kami bisa mendapatkan komisoner yang mumpuni, berkualitas dan berkapasitas,” ujar Ketua Tim Seleksi, Moh. Rais Ishak.

Ditemui Suara NTB, di sela-sela seleksi berlangsung, Rais Ishak menyampaikan bahwa pihaknya berharap dari 14 calon ini bisa menjaring komisioner yang benar-benar memahami tupoksi KPID, yang memiliki tugas khusus pengawasan penyiaran. Menurutnya, tugas KPID ke depan ini akan semakin berat, seiring dengan fenomena munculnya informasi hoax yang semakin dahsyat. Oleh karena itu, KPID harus diisi oleh orang-orang yang punya kualitas mumpuni.

Dari 14 calon, Komisi I akan mencari 7 orang komisioner. Dalam proses seleksi ini, Moh. Rais menjamin bahwa komisi I bekerja secara objektif, tanpa tekanan dari pihak manapun. Pihaknya juga sudah mensiasati proses seleksi ini sedemikian ketat, sehingga mempersempit ruang-ruang kecurangan.

“Sebagai manusia, tentu punya pertimbangan naluri, tapi Insya Allah kami bersih atas dugaan dan sangkaan terkait dengan kecurangan. Kami kerja maraton, karena kami ingin tidak ada ruang jeda. Dan alhamdulillah semua pansel berkomitmen yang sama. Maka dari itu kami juga minta kepada masyarakat untuk ikut memberikan dukungan moral, untuk melakukan uji kelayakan jni seobjektif mungkin,” kata politisi Partai Demokrat ini.

Adapun nama-nama 14 calon komisioner KPID yang diuji oleh Komisi I, yakni Agus Zaironi SE,  Andayani SE, Arwan Syahroni, Fathul Rakhman, S.Km. Fathul Rijal, M.IK. Husna Fatayati, S.Si, L. Nurul Bayanil Huda, M.Ud, L. Okto Muhar Sabdi, S.Pd, Ni Wayan, Yudiastini Astuti, M. Pd, Rifki Anwar, Rifyal Hadi Yuda, MM, Sahdan, S.Pd, Yudi Kusninggrat, ST, dan Yusron Saudi, ST. (ndi)

Source link

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.