Perbaikan Terminal Lembar-Gunungsari Stagnan

Perbaikan Terminal Lembar-Gunungsari Stagnan

GIRI MENANG-Dinas Perhubungan (Dishub) Lobar masih mengkaji kebutuhan terminal di daerah. Di mana idealnya, kebutuhan terminal di Gumi Patut Patuh Patju sebanyak dua terminal. Yakni, wilayah Lembar dan Gunungsari.

“Kami masih mengkaji kebutuhan terminal ini,” ungkap Kepala Dishub Lobar Ahmad Saikhu, kemarin (12/7).

Untuk rencana terminal di wilayah Gunungsari, diakui pengembangannya cukup sulit. Sehingga solusi yang diperlukan adalah pengembangan terminal yang membutuhkan lahan lebih luas.

“Ini rencananya akan dibangun terpadu dengan pasar dan akses jalan,” tambahnya. “Kita harapkan Bappeda memfasilitasi ini, karena pembangunan ini melibatkan lintas SKPD, Perhubungan, Perindag dan PU-PR,” ucap Saikhu.

Menurutnya, di wilayah Gunungsari ada lahan milik Pemkab Lobar tak jauh dari kantor Camat Gunungsari. Meski nanti akses jalan lebih ke dalam, tapi dinilai cukup strategis dan tidak akan mengganggu arus lalu lintas pada jalan utama.

“Sekarang ini kan macet pada jam-jam tertentu, atau kalau dalam kondisi pasar ramai. Kendaraan-kendaraan yang menurunkan barang di sekitar pertokoan. Kalau sedang sepi, cukup longgar dan luas jalan itu sebenarnya,” paparnya.

Ia menjelaskan, dinas sendiri sudah lakukan diskusi dengan dinas terkait. Bahkan, memiliki blue print pembangunan terminal setempat. “Untuk Dishub, terminal ini cukuplah satu hektare (ha), meski bagusnya tiga ha,” imbuhnya.

Sedangkan untuk perbaikan terminal di wilayah Lembar, diakui akan kembali bergeser yang aksesnya melalui kantor camat setempat. “Di sana sudah ada jalan rintisan yang tembus langsung ke pelabuhan Lembar,” kata Saikhu.

Meski konsekuensinya jika terminal diwujudkan pada lokasi itu, maka akan berbenturan pada lokasi permukiman warga setempat. Sebanyak 70 kepala keluarga harus direlokasi pemerintah dalam mewujudkan pembangunan terminal.

“Kita akan upayakan di Lembar ini ada pintu masuk dan keluar, kalau sekarang kan jadi satu pintu masuk dan keluarnya. Jika ini bisa terwujud, maka pendapatan daerah juga akan teratur,” tutur Saikhu.

Mengenai anggaran yang dibutuhkan, ia melihat jika luas lahan satu ha membutuhkan anggaran kisaran Rp satu miliar. Ini tergantung pula tipe terminal apa yang akan dibuat.

“Kalau tipe C tentu menjadi kewajiban Pemkab Lobar, tipe B kewajiban provinsi, dan tipe A ranah pusat,” pungkasnya. (ewi/r5)

Komentar

Komentar

Source link

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.