Perlancar Arus Mudik, 40 Proyek Jalan dan Jembatan Dihentikan H-7 Lebaran | SUARANTB.com

Perlancar Arus Mudik, 40 Proyek Jalan dan Jembatan Dihentikan H-7 Lebaran | SUARANTB.com
Posted by:

Mataram (Suara NTB) – Untuk memperlancar arus mudik, pengerjaan 40 paket proyek konstruksi jalan dan jembatan akan dihentikan mulai H-7 sampai H+7 lebaran. Selain itu, kontraktor diminta untuk mensterilkan lokasi proyek dari bahan-bahan material yang dapat membahayakan pengguna jalan.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB, Ir. H. Sahdan, MM ketika dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Kamis, 7 Juni 2018. Sahdan menjelaskan, dari sisi kesiapan infrastruktur jalan nasional, provinsi dan kabupaten/kota sudah siap. Karena tingkat kemantapan jalan di NTB sudah cukup bagus.

“Tetapi ada beberapa hal yang mengganggu. Ada pasar tumpah di beberapa titik. Saya sudah sampaikan dalam rapat koordinasi, mohon polisi dan Dinas Perhubungan mengamankan ruas-ruas jalan yang ada pasar tumpah, untuk diatur lalu lintasnya,’’ ujar Sahdan.

Kemudian ada ruas-ruas jalan yang rawan bencana. Sahdan mengatakan, sudah dilakukan antisipasi. Dengan menempatkan alat berat pada titik-titik yang rawan bencana. “Kalau tidak hujan Lebaran tahun ini,  insya Allah tidak ada masalah. Tapi tetap kita siap,’’ imbuhnya.

Sahdan menyebutkan, saat ini ada 40 paket proyek pengerjaan jalan dan jembatan di NTB. proyek-proyek ini dilaksanakan di jalan nasional dan jalan provinsi. Terhadap pengerjaan proyek jalan dan jembatan ini, pihaknya sudah meminta kontraktor untuk menghentikan pekerjaannya mulai H-7 sampai H+7 lebaran.

“H-7  sampai H+7 pekerjaan dihentikan. Tetapi sebelum mereka tinggalkan lapangan kita sudah perintahkan supaya material yang mengganggu jalur-jalur mudik betul-betul ditempatkan pada posisi yang aman,” katanya.

Untuk proyek konstruksi jalan yang dihentikan sementara, kata Sahdan, ditempatkan petugas yang ada di jembatan darurat. Merekalah yang akan mengatur lalu lintas pada jembatan darurat tersebut. Seperti pengerjaan jembatan di ruas jalan Lembar – Sekotong Lombok Barat.

Ditanya panjang jalan yang diperbaiki tahun ini, Sahdan tidak bisa merincinya. Namun, khusus untuk perbaikan jalan provinsi panjangnya sekitar 300 Km yang sedang berjalan pengerjaannya saat ini. Sisanya merupakan perbaikan jalan nasional.

Mengenai progres pekerjaan hingga saat ini, ia mengatakan bervariasi. Ada yang baru mulai mengerjakan dan ada yang  progresnya sudah mencapai 85 persen terutama untuk paket-paket proyek percepatan jalan.

“Memang  pekerjaan belum tuntas tapi hal-hal yang membahayakan pengguna jalan kita antisipasi. Ada konsultan dan PPK yang terus mengawal pekerjaan ini. Supaya jangan sampai membahayakan di lapangan,” terangnya.

Ia menyebutkan ada sembilan posko yang dibentuk selama mudik Lebaran tahun ini. masing-masing tiga posko di Pulau Lombok, tiga posko di Sumbawa dan tiga posko di Bima dan Dompu. Posko ini untuk mengantisipasi ketika terjadi bencana alam. Sehingga ditempatkan peralatan yang lengkap.

Posko yang dibangun berada di Patung Sapi Lombok Barat, Aik Dareq Lombok Tengah, Lenek Lombok Timur, Poto Tano Sumbawa Barat, Labuhan Badas Sumbawa, Perbatasan Sumbawa-Dompu KM 70, Madaprama Kota Dompu, Kempo dan Penato’i. (nas)

Source link

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.