Sahih, Zul-Rohmi Menangi Pilgub NTB

Sahih, Zul-Rohmi Menangi Pilgub NTB
Posted by:

MATARAM-Pasangan H Zulkieflimansyah-Hj Sitti Rohmi Djalilah dipastikan memenangi Pilgub NTB 2018. Ini setelah seluruh KPU Kabupaten/kota di NTB menuntaskan pleno penghitungan suara kemarin (6/7).

Pasangan Zul-Rohmi unggul 37.554 suara dari pasangan HM Suhaili FT-H Muhammad Amin yang berada di urutan kedua. Hasil rekapitulasi kabupaten/kota ini pun kini tinggal difinalkan di KPU NTB dan dijadwalkan tuntas pada 9 Juli 2018.

                Lombok Post pun kemarin, secara khusus mewawancarai Gubernur NTB “terpilih” H Zulkieflimansyah di rumahnya yang asri di bilangan Jalan Lingkar Selatan Kota Mataram. Terutama setelah belakangan isu menyeruak, bahwa pria yang beken disapa Dr Zul ini diisukan hendak membersihkan pejabat eselon II yang punya haluan politik berbeda saat pilkada berlangsung.

                Dengan tegas Dr Zul menampik isu soal pembersihan pejabat tersebut. Dia pun meminta pejabat eselon II Pemprov NTB tenang. Mereka tidak perlu panik dengan isu perombakan pejabat. Apalagi isu politik balas dendam. Bila sudah resmi dilantik sebagai Gubernur NTB, dia memberi garansi, tidak akan melakukan pembersihan birokrasi. Alih-alih pada mereka yang punya pilihan berbeda dalam pemilihan gubernur 27 Juni lalu.

“Itu bukan gaya saya,” tegas Dr Zul saat ditemui Lombok Post di rumah pribadinya, kemarin (6/7).

Kalau pun ada suasana kebatinan yang kini kurang nyaman setelah pilkada, Zul mengaku bisa memahami. Sebab, menjadi pegawai negeri sipil tidak gampang. Terutama mereka yang punya jabatan birokasi. Mereka menggapai karirnya dengan susah payah dan harus menunggu cukup lama. Sangat manusiawi bila mereka ingin mempertahankan jabatannya, dan memberikan harapannya kepada calon yang akan terpilih.

                Dengan pengalamannya berkecimpung di dunia politik, ia bisa memahami jika ada ASN yang berpihak pada pasangan calon yang lain. Dampaknya tentu pasti ada. Bagi yang punya tendensi ke calon yang menang, dia akan gembira. Sedangkan yang kalah akan merasa terancam.

”Apalagi namanya sudah mulai dicatat-catat,” katanya tersenyum.

                Meski demikian, bila dirinya nanti resmi menjadi gubernur NTB, ia meminta semua pihak, terutama pejabat eselon II untuk melupakan semua perbedaan saat pilkada. Lepaskan semua beban yang mengganjal di hati dan menyongsong era baru setelah dirinya dilantik.

Apalagi di awal kepemimpinannya, ada program 100 hari yang harus disukseskan. Zul mengajak semua bekerja sama, dari mana pun dia. Masuk tim pasangan mana pun tidak masalah. Kalau ternyata mereka mampu bekerja baik, bisa diajak bekerja sama, ia akan tetap berikan apresiasi.

”Jadi tidak ada dendam politik,” ujar politisi PKS itu.

                Bila sudah resmi menjabat, tentu ia akan merangkul semua pihak. Jangankan birokrasi yang jelas-jelas merupakan alat negara. Dengan kelompok yang mendukung pasangan calon lain pun ia akan rangkul. Sehingga para pejabat eslon II mestinya tidak perlu risau dengan isu-isu yang beredar saat ini.

Terpisah, Komisioner Komisi Aparatur Sipil Negara Dr Waluyo yang dihubungi Lombok Post melalui telepon mengingatkan bahwa mutasi dan rotasi birokrasi tak bisa sembarang dilakukan oleh para kepala daerah yang terpilih dalam pilkada serentak kemarin. Mutasi dan rotasi itu sudah diatur dalam Pasal 131 dan 132 Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajamen Pegawai Negeri Sipil.

Bila ingin melakukan perombakan, kata dia, mutlak ketentuan itu harus dipedomani. ”Kepala daerah tidak boleh mengganti sebelum enam bulan setelah dilantik,” tandasnya.

Kunci Empat Daerah

Sementara itu, berdasarkan pleno KPU kabupaten/kota kemarin, pasangan Zul-Rohmi keluar sebagai juara. Pasangan ini meraup 811.945.

Tercatat Zul-Rohmi unggul di empat daerah. Yang pertama, mereka mendominasi di Lombok Utara dengan total raihan 41.179 suara. Pasangan HM Suhaili FT dan HM Amin berada di posisi kedua dengan perolehan 30.711 suara. Sementara pasangan TGH Ahyar Abduh dan H Mori Hanafi berada di posisi ketiga dengan 26.491 suara, Terbawah pasangan HM Ali BD dan TGH L Gede M Ali Wirasakti AM dengan 22.283 suara saja.

Jumlah suara sah sebanyak 120.664, sedangkan suara tidak sah sebanyak 3.793. Sementara dari DPT tercatat sebanyak 158.880 orang.

“Tidak ada keberatan dari saksi masing-masing calon dan panwaslu,” ujar Ketua KPU Lombok Utara Burhan Ekwanto soal pleno rekapitulasi suara di wilayahnya tersebut.

Tempat kedua Zul-Rohmi unggul ada di Lombok Timur. Di sana, Zul-Rohmi unggul dari pasangan bupati aktif yang juga mencalonkan diri, Ali BD.

Di Lotim, Zul-Rohmi meraih 244.622 suara. Sementara Ali-Sakti 207.113 suara, Suhaili-Amin 123.064 suara dan Ahyar-Mori 72.283 suara.

”Kalau gubernur kami hanya merekap saja. Sedangkan untuk bupati kami rekap dan sekaligus tetapkan hasil rekapnya,” terang Ketua KPU Lombok Timur Muhammad Saleh seraya menjelaskan tak ada masalah berarti yang dihadapi pihaknya selama rekap dijalankan.

Dua tempat lainnya Zul-Rohmi memimpin adalah Kabupaten Sumbawa Barat dan Sumbawa. Di Sumbawa Barat pasangan yang diusung Demokrat dan PKS ini berhasil meraup 39.312 suara. Duet duo doktor ini jauh meninggalkan lawan-lawannya. Ahyar-Mori sebagai peraih suara tertinggi kedua hanya mengantongi 8.045 suara.

Ketua KPU Sumbawa Barat Fahroni mengatakan, total masyarakat KSB yang memberikan hak pilih pada pilkada 27 Juni lalu sebanyak 62.985. Fahroni menjelaskan, proses rekapitulasi tersebut diawasi langsung Panwaslu KSB dan disaksikan masing-masing saksi dari paslon dan dibuatkan dalam bentuk berita acara. Artinya berbagai pihak memberi legitimasi atas keunggulan Zul-Rohmi.

”Rekapitulasi hasil perhitungan suara dilakukan penjumlahan data dari seluruh kecamatan dalam wilayah KSB dalam formulir model DA1-KWK, serta dituangkan dalam formulir DB1-KWK,” katanya.

Kemenangan paling telak Zul-Rohmi terjadi di Sumbawa. Di sana, berdasar pleno 4 Juli lalu atas 24 kecamatan yang mewakili 861 TPS. Zul-Rohmi mengunci 166.833 suara. Sementara pesaing lainnya hanya mendapat kisaran 20 ribuan suara.

Pasangan Ali-Sakti sebagai peraih suara tertinggi keduapun hanya mengumpulkan 28.490 suara saja. Anehnya, Suhaili-Amin keluar sebagai peraih suara terrendah dengan 23.786 suara. Awalnya keberadaan Amin yang merupakan putra asli Samawa diprediksi akan memecah suara. Namun, faktanya hal itu tak terjadi.

”Alhamdulillah, seluruh proses penyelenggaran pilkada gubernur/wakil gubernur NTB, 27 Juni 2018 di Sumbawa telah final,” kata Ketua KPU Sumbawa Syukri Rahmat.

”Untuk semua pihak yang tak mungkin saya sebutkan satu persatu, terima kasih. Bersyukurlah, kita semua telah menjadi bagian dari gawe besar ini,” ucapnya.

                Kendati memenangkan empat daerah otonom, sejatinya capaian Zul-Rohmi masih kalah jika dibandingkan Ahyar-Mori. Paket nomor dua itu menang di lima daerah otonom, yang terbagi dalam dua kota dan tiga kabupaten. Tiga kabupaten itu adalah Lombok Barat, Dompu, dan Bima. Sementara dua kota mencakup Kota Bima dan Mataram. (Selengkapnya lihat grafis).

Hanya saja, pasangan Ahyar-Mori tidak unggul telak. Di Lombok Barat misalnya, selisih dengan Zul-Rohmi sebagai peraih suara tertinggi kedua sangat tipis. Pasangan yang diusung enam partai yang memiliki kursi di parlemen NTB itu hanya meraup 122.919 suara, berbanding 114.868 suara untuk Zul-Rohmi. Sedangkan pasangan Suhaili-Amin mendapat 56.562 suara, dan Ali-Sakti hanya mengantongi 52.466 suara.

Hanya di Mataram yang merupakan kandang Ahyar-Mori, lantaran di sana Ahyar memimpin dua periode, mendapat kemenangan suara telak. Ahyar-Mori meraih 109.006 suara. Unggul telak dari Zul-Rohmi dengan 39.478 suara. Total suara sah 190.305 suara, dan suara tidak sah 4.900.

Strategi mengekor perolehan suara Ahyar-Mori tersebut nampaknya memang benar-benar dimaksimalkan Zul-Rohmi. Tak hanya di Lombok Barat dan Mataram, pasangan dengan jargon lanjutkan ikhtiar TGB itu terus menjadi runner up di seluruh tempat Ahyar-Mori menang. Di Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Dompu yang merupakan basis lain Ahyar-Mori, Zul-Rohmi juga meraup suara cukup signifikan. Di Kota Bima, saat Ahyar-Mori meraup 51.095 suara, Zul-Rohmi bisa mengumpulkan setengahnya, yakni 24.392 suara. Disusul Suhaili-Amin 9.081 suara dan Ali-Sakti 3.572 suara.

Di Kabupaten Bima, Zul-Rohmi juga sukses mencuri separo perolehan suara Ahyar-Mori yang mengumpulkan 120.501 suara. ”Zul-Rohmi dapat 60.034 suara,” kata Ketua KPU Kabupaten Bima Yudin.

Sementara di Dompu, selisihnya lebih dekat lagi. Ahyar-Mori mendapat 55.757 suara, sementara Zul-Rohmi 35.261 suara. ”Di sini semua berjalan lancar,” kata Ketua KPU Dompu Rusdyanto.

Gagal telaknya Ahyar-Mori itu bahkan menempatkan mereka secara total sebagai peraih suara tertinggi ketiga saja. Total paket dengan jargon NTB untuk semua itu mengumpulkan 637.048 suara saja. Mereka justru kalah dari Suhaili-Amin yang sejatinya hanya unggul di satu daerah saja, yakni Lombok Tengah.

Di sana, Suhaili-Amin memang menunjukkan superioritas dengan mengunci 341.980 suara. Ali-Sakti sebagai peraih suara terbanyak kedua hanya mengantongi 74.139, disusul Ahyar Mori dan Zul-Rohmi yang berkejaran dengan raihan masing-masing 46.245 dan 45.966 suara. Suara Lombok Tengah itulah yang mendongkrak perolehan Suhaili-Amin, sehingga total akumulasi dengan daerah lainnya menjadi 674.602 suara. Terbawah, Ali-Sakti mengumpulkan total dukungan 430.007 suara saja.

Rampungnya pleno kabupaten/kota menunjukkan serangkaian proses penghitungan suara berjenjang pilgub NTB segera usai. Kini tahapan sudah berada pada tingkat kabupaten/kota segera naik tahapan provinsi.

”Pada 8 Juli kami di provinsi akan pleno,” ucap Suhardi Soud, Komisioner KPU NTB.

                Dia menjabarkan, sesuai tahapan yang ada, KPU kabupaten/kota sudah merampungkan pekerjaannya, Kamis lalu. Jikapun ada kendala karena satu dan lain hal, maka itu akan diselesaikan hari Jumat kemarin.

”Sehingga sehari berselang, kami langsung mulai pleno provinsi,” ucapnya.

                Kendati kecil kemungkinan akan merubah hasil keseluruhan, namun tahapan pleno provinsi tetap harus dilalui. ”Sejauh ini semua berjalan baik,” rangkumnya. (ili/yuk/r8)

Komentar

Komentar

Source link

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.