Spesialis Kurir 3 Kg Ganja Sumatera Diringkus di Dompu | SUARANTB.com

Spesialis Kurir 3 Kg Ganja Sumatera Diringkus di Dompu | SUARANTB.com

Dompu (Suara NTB) – Ar (21) terduga kurir 3 Kg ganja diringkus Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Dompu. Remaja asal Lingkungan Renda Kelurahan Simpasai itu ditangkap bersama barang bukti di belakang Toko Populer Kelurahan Bada, Rabu, 11 Juli 2018 Pukul 00.00 dini hari.

Kapolres Dompu, AKBP. Erwin Suwondo, S. IK, MIK mengatakan, tertangkapnya Ar buah tindak lanjut informasi masyarakat yang menyebut adanya upaya pemasokan narkotika jenis ganja dari Sumatra ke Dompu. Lantas ditindak lanjuti anggota dengan pendalaman informasi ke informan hingga melakukan pembuntutan hampir satu minggu.

“Kita dalami ke informan dan ini kita buntuti hampir satu minggu. Dan tadi malam berhasil kita amankan saat Ar dan rekannya akan melakukan transaksi,” kata dia kepada wartawan di ruang kerjanya.

Pembuntutan pelaku yang sudah menghabiskan waktu hampir satu minggu itu membuahkan hasil. Ar ditangkap meski sempat berusaha kabur dan membuang barang bukti ganja. Sementara rekannya sudah dilumpuhkan namun lolos dari pengejaran polisi.

Dari tangan spesialis kurir ganja itu, lanjut Erwin Suwondo, jajaranya telah menyita 3 Kg ganja yang sudah terbungkus rapi menggunakan lakban hitam, termasuk tiga bal plastik transparan dan 1 buah gunting. “Informasinya ganja ini didatangkan tersangka dari Aceh, Sumatra,” ujarnya.

Hasil pememeriksaan sementara diketahui bahwa tindakan melawan hukum tersebut bukan yang pertama kali dilakukan Ar, tetapi sudah berulang kali dengan sasaran utama wilayah-wilayah pelosok, seperti Kecamatan Pekat, Kilo, Manggelewa dan sekitarnya. Hanya memang sayangnya, sampai saat ini Ar belum mau terbuka soal rekan sesama kurir yang kabur saat penangkapan kemarin.

“Ar ini sering mengantar barang ke Kilo, Pekat jadi mainnya dia di daerah bawah sana. Dan sepertinya ganja ini sudah banyak beredar di wilayah pelosok,” ungkapnya.

Erwin Suwondo menegaskan, peredaran dan penyalahgunaan narkotika diakui masih cukup marak terjadi, hal itu ditandai intensnya penindakan yang dilakukan. Karenanya, tak heran wilayah ini menjadi sasaran empuk para pelaku kejahatan ini, selain faktor tingginya permintaan karena perekonomian masyarakat yang semakin baik juga pintu masuk barang haram tersebut cukup banyak, baik di darat maupun laut.

“Akses kita ini kan banyak, selain sebagai jalur lintasan juga ada akses laut. Jadi yang dari jawa itu gampang masuk karena pitu masuknya banyak,” pungkasnya. (jun)

Source link

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.