Tiga Bule Dihukum Lebih Tinggi

Tiga Bule Dihukum Lebih Tinggi

MATARAM-Tiga warga Bulgaria Vladimir Hristovorov Veleb, Stancho Mihailov Stanev, dan Mitko Venelinov Borisov dihukum lebih berat dari tuntutan jaksa. Putusan tersebut karena hakim menilai perbuatan ketiganya merupakan kejahatan luar biasa.

Ketua Majelis Hakim Didiek Jatmiko dalam uraiannya mengatakan, amar putusan akan berbeda dengan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sebab, hakim mempertimbangkan sejumlah hal yang akhirnya memberatkan hukuman terhadap tiga terdakwa.

Hakim menyebut tindak pidana yang dilakukan terdakwa merupakan kejahatan luar biasa. Mereka menggunakan teknologi tinggi dan alat canggih. Perbuatan mereka membuat banyak masyarakat merugi.

Baca Juga :

Bukan itu saja, akses ilegal terhadap sistem elektronik ini, menurunkan kredibilitas perbankan. Membuat turunnya kepercayaan masyarakat terkait sistem keamanan bank.

“Terutama di masyarakat ekonomi,” kata Didiek saat menguraikan putusan terhadap tiga terdakwa, kemarin (12/3).

Dari sejumlah pertimbangan, hakim menyatakan terdakwa bersalah sesuai tuntutan JPU dalam dakwaan pertama. Yakni, melanggar Pasal 46 ayat 1 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

“Menyatakan terdakwa terbukti bersalah mengakses sistem elektronik milik orang lain,” ujarnya.

Putusan bersalah itu dilanjutkan dengan menjatuhkan hukuman selama 3 tahun 6 bulan untuk masing-masing terdakwa. Vonis tersebut satu tahun lebih berat dari tuntutan jaksa, yaitu 2 tahun 6 bulan penjara.

Bukan saja hukuman badan. Masing-masing terdakwa diminta membayar denda sebesar Rp 300 juta. Jika tidak membayar, terdakwa dikenakan tambahan hukuman kurungan selama tiga bulan di dalam penjara.

“Menjatuhkan pidana penjara masing-masing 3 tahun 6 bulan kepada terdakwa dan denda Rp 300 juta subsidair tiga bulan kurungan,” ucap hakim.

Setelah pembacaan putusan ini, JPU dan terdakwa kompak menyatakan pikir-pikir atas vonis hakim. “Kami pikir-pikir dulu yang mulia,” kata penasihat hukum terdakwa, Denny Nur Indra.

Diketahui, aksi ketiga terdakwa terbongkar berkat tim patroli pengecekan ATM dari BRI. Sedikitnya mereka memasang alat tersebut di 10 ATM berbeda, meliputi wilayah Batulayar, Senggigi, dan tiga gili di Lombok Utara (Lotara). Antara lain, 4 mesin ATM di Gili Trawangan; 2 mesin ATM di Gili Air; serta 1 mesin ATM masing – masing di Kantor BRI Unit Ampenan, Café Metzo, Senggigi, dan Gili Meno.

Setelah melakukan koordinasi dengan Polres Lotara, mereka berhasil menangkap ketiga pelaku. Dua orang di antaranya ditangkap di depan ATM BRI Hotel Villa Ombak, Gili Trawangan, kepolisian mengembangkannya ke tempat mereka menginap di Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, polisi melakukan penggeledahan. Di tempat ini, polisi sekaligus menangkap satu pelaku lainnya.

Dari kamar hotel tersebut, polisi menyita barang bukti dua unit alat skimmer ATM, uang tunai Rp 46.899.000 dan USD dua, satu alat pencongkel yang terbuat dari besi, tiga unit telepon genggam, dua dompet, tiga unit tang, satu set kunci elektronik, satu unit laptop, dan 19 ATM duplikat berwarna merah.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Source link

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.